Kolom Edi Sembiring: LIANG MELAS TAHUN 1909

Setelah Pasukan Garamata (Pahlawan Nasional Kiras Bangun) ditaklukan tahun 1905, Pemerintahan Kolonial Belanda selanjutnya membuat perjanjian pendek (Korte Verklaring) dengan beberapa pemimpin di Dataran Tinggi Karo. Perang Sunggal yang dimulai tahun 1872 dan dilanjutkan dengan Perang Tanduk Benua berakhir dengan perang yang dipimpin oleh Garamata.

Kolom Edi Sembiring: JAGUNG DAN POLITIKUS

Ketika diberikan ide pendirian industri pengeringan jagung hingga industri pakan ternak, langsung ada pro dan kontra. Bahkan ada politikus yang menihilkannya dengan mendewakan industri besar di kota yang 2 jam jaraknya dari kampungku. Seakan petani tak berhak beroleh untung lebih bila kedua industri itu dimilikinya dan ada di kampungnya.

Kolom Edi Sembiring: KALA DOELOE MENOLAK JALAN — Menolak Pinakit Pasar

Ada yang berkata, hanya lewat anggaran APBN, jalan Liang Melas bisa dibangun. Maka solusinya, membuat jalan tembus dari Liang Melas ke jalan nasional Medan – Kutacane di Lau Baleng. Dijadikan jalan alternatif jalan nasional, sehingga bisa dihibahkan ke Pemerintah Pusat, sehingga nantinya jalan ini akan dibiayai oleh APBN.

Kolom Edi Sembiring: BUKAN HANTU DI JALAN BERLUBANG

ERJUJUNG Erjujung dalam bahasa Karo adalah suatu cara membawa barang di atas kepala. Erjujung umumnya dilakukan oleh perempuan. Seperti nenek ini, ia membawa barang di atas kepala tanpa memegangnya, sembari menyeberang sungai. Para perempuan Karo di desa umumnya sudah terlatih erjujung. Sumber: picuki.com/media/1851201831851932227

“Yok, buat cantik kota Medan.” Ini contoh tagline kota Medan. “Yok, buat kian sejahtera petani Karo.” Ini bisa jadi contoh tagline di Kabupaten Karo. Simpel. Bukan malah sibuk menghitung luas areal pertanian atau membandingkan Food Estate dengan kemandirian petani Karo sejak dulu.

Kolom Edi Sembiring: SEBELUM ANDA MENGENAL FOOD ESTATE — Nenek Kami Sudah Ekstensifkan ke Tetangga

Hasil-hasil pertanian Karo yang datang dari ladang-ladang petani Dataran Tinggi Karo ke Pasar Roga (Berastagi) untuk kemudian dikirim oleh pedagang antara ke Medan dan daerah-daerah lain di Indonesia Bagian Barat seperti halnya Batam, Pekanbaru, dan Jakarta.

Ketika Jokowi mengunjungi lokasi Food Estate di Kabupaten Humbang Hasundutan, kok ada saudaraku yang berkomentar mengatakan Kabupaten Karo tertinggal? Jelas salah kaprah. Dataran Tinggi Karo (Karo Gugung) sejak dulu jadi lumbung pangan. Dengan gigih membuka pasar hasil pangannya ke Singapura dan Penang.

Kolom Edi Sembiring: JANGAN REDAM PESIKAP KUTA KEMULIHEN

Sepasang foto model Sora Sirulo yang juga penari dan musisi Sanggar Seni Sora Sirulo.

Apakah menjanjikan pembentukan Kecamatan Liang Melas Datas, sebuah solusi terbaik saat ini? TIDAK. Yang dibutuhkan segera adalah pembangunan infrastruktur bagi banyak desa di sana. Pendirian kecamatan bisa dilakukan setelah semua infrastruktur itu terbangun.

Kolom Edi Sembiring: PEJUANG TANI ITU TELAH TIADA

Salah satu petani yang ikut berjalan kaki 1.812 kilometer dari Medan ke Jakarta adalah kakek Wagiran Atmadja (76 tahun). Beliau adalah petani Mencirim-Namo Rubei, anggota Serikat Tani Mencirim Bersatu (STMB). Kakek Wagiran kuat berjalan kaki sambil berorasi, terutama dari Tebing Tinggi hingga Pekanbaru.

Kolom Edi Sembiring: PETANI KARO HILIR SUDAH KEMBALI SEMUA — Yang Dipenjara Dibebaskan dan Dipulihkan Status Hukumnya

Setelah 160 orang perwakilan Serikat Petani Simalingkar Bersatu (SPSB) dan Serikat Tani Mencirim Bersatu (STMB) kembali ke Medan tanggal 25 September 2020, pagi ini (Sabtu 3 Oktober 2020) menyusul tiba di Medan 10 orang perwakilan petani.

Kolom Edi Sembiring: TANGIS HARU MENYAMBUT PETANI KARO HILIR

Minggu 27 September 2020 Pukul 22.47, perwakilan para petani Karo Hilir tiba di Posko Juang Desa Simalingkar A (Kecamatan Pancurbatu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara). Hanya sekitar 10 kilometer dari pusat Kota Medan. Bersebelahan dengan Lau Cih, kampung tradisional Suku Karo yang menjadi pusat Kerajaan 12 Kuta yang didirikan oleh clan Karo-karo Purba.

Kolom Edi Sembiring: PETANI KARO HILIR PULANG TERSENYUM — Jalan Kaki ke Jokowi di Jakarta Erbunga Sabi

Usai sudah perjuangan para Petani Karo Hilir. Tanggal 25 September 2020, mereka kembali ke Taneh Karo Jahe ingan pusungna ndabuh ndube. 170 petani yang tergabung dalam Serikat Petani Simalingkar Bersatu (SPSB) dan Serikat Tani Mencirim Bersatu (STMB) telah 3 bulan menjalankan aksinya.

%d bloggers like this: