Kolom Sri Nanti: PEREMPUAN

Sudah pasti saya tidak mendukung KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga), tapi juga tidak membenarkan istri yang kalau marah ke suami teriak-teriak bawa-bawa nama binatang. Kasian binatangnya nggak tahu apa-apa disalah-salahkan.

Kolom Sri Nanti: TENTANG RUMAH SAKIT

Setiap kali ada kabar seseorang terkena kanker stadium akhir, saya selalu ingat gagasan mulia orang ini. Sayang sekali, gagasan itu tenggelam dan tidak dilanjutkan. Bahkan penggagasnya terus-menerus dituduh korupsi pembelian tanah ex. RS Sumber Waras, walaupun KPK telah menyatakan tidak ada indikasi korupsi di sana.

Kolom Sri Nanti: BBM BERSUBSIDI, QR CODE DAN HP

Dari berbagai sumber yang saya baca dan simak. Saya berusaha menyederhanakan pemahaman saya soal informasi yang menjadi sumber keributan beberapa hari ini. Pemerintah khususnya Pertamina hanya ingin mendapatkan data valid berapa sih sebenarnya kebutuhan subsidi BBM untuk masyarakat miskin dan pelaku UMKM dalam satu periode anggaran?

Kolom Sri Nanti: KEJUJURAN….(Cermin)

Kemarin saya ke pasar. Kebiasaan saya kalau ke pasar keliling dulu lihat-lihat, baru belanja. Pas sampai di depan bakul bothok saya sadar dompet saya nggak ada di saku. Hanya berisi uang belanja sih jadi saya nggak begitu panik. Saya balik kanan menyusuri lorong-lorong pasar yang tadi saya lewati.

Kolom Sri Nanti: ANGKA RASIO

Beranda ramai soal gini rasio (sebut saja jurang perbedaan pendapatan dan kekayaan antara si kaya dan si miskin). Banyak yang mempertanyakan, “Masa sih sekelas doktor nggak ngerti kalau angka gini rasio 0,39 itu lebih baik daripada 0,41?” Saya rasa bukan nggak ngerti sih, tapi sengaja biar orang awam yang nggak ngerti jadi emosi.

Kolom Sri Nanti: LEMPAR ISU

Kalau saya punya sekolah/ Lembaga Pendidikan yang profit oriented, yang uang pangkalnya seharga mobil baru, SPPnya seharga motor, uang asramanya lebih mahal dari cicilan KPR. Atau saya jualan beras premium yang harga perkilonya 5 kali lipat harga beras biasa. Jelas saya nggak mau sekolah/ lembaga pendidikan dan omset sembako (beras) premium saya dikenakan pajak.

Kolom Sri Nanti: GADIS DESA DAN BUAYA DARAT — Sebuah Analogi

Yu Waginem si penjual jemblem juga mendukung Jokowi Presiden 2 Periode.

Seperti gadis desa lugu, yang jatuh cinta setengah mati pada buaya darat. Demikianlah cara sebagian kita tertipu kejahatan berkedok agama. Iya… Kita ini terlalu lugu, baik hati, murah senyum, suka menolong, gemar menabung, rajin ibadah dan suka sedekah. Jangankan kotak amal, kotak saran saja kita isi duit saking dermawannya. Dan keluguan itu yang akhirnya dimanfaatkan… Continue reading Kolom Sri Nanti: GADIS DESA DAN BUAYA DARAT — Sebuah Analogi

Kolom Sri Nanti: PECEL LELE YANG VIRAL

Soal pecel lele yang viral itu saya cuma senyum-senyum. Sebagai tukang mbolang saya sudah seringkali kena “glembuk” bakul “ngenthol” model itu. Yang paling lucu waktu di Kota C. Udah lumayan lama sih kejadiannya. Waktu itu selepas seminar kami jalan-jalan menikmati udara Puncak yang sejuk. Di sebuah pengkolan kami melihat tulisan gede-gede yang bunyinya, “Sate Maranggi… Continue reading Kolom Sri Nanti: PECEL LELE YANG VIRAL

%d bloggers like this: