HUJAN TURUN DI KARO BERNEH — Petanipun Bersoraksorai

EDY S. GINTING | MARDINDING (Karo Berneh) | Musim panen jagung tahun 2023 sudah usai di Karo Berneh yang meliputi Kecamatan Mardinding dan Kecamatan Lau Baleng (Kabupaten Karo). Panen jagung berakhir di Pertengahan Pebruari 2023.

Musim Tanam akan mulai pada Pertengahan Tahun. Di Karo Berneh disebut dengan istilah kelang.

Di Awal Bulan Maret, petani kembali mengolah lahan pertanian untuk bisa ditanami kembali di musim tanam (kelang) ini. Berketetapan cuaca juga masih bagian Musim Kemarau, tentu lebih gampang bagi petani membersihkan gulma di lokasi perladangan. Dengan penuh semangat dan harapan bahwa setelah ladang dibersihkan hujan segera turun agar benih jagung dapat ditabur.

Musim Tanam Kelang (Pertengahan Tahun) sangat berisiko bagi petani. Musim ini bisa berlangsung sebagai kemarau panjang sehingga petani pun gagal panen.

Sudah hampir sebulan lahan dibersihkan, namun hujan tak kunjung turun. Petani resah dan risau bila gulma akan tumbuh kembali sehingga menambah pengeluaran lagi untuk membersihkan ladang. Untung saja, kemarin [Minggu 3/4: Pukul 16.30 WIB], hujan turun dengan derasnya mengguyur Bumi Karo Berneh.

Guyuran hujan berlangsung hingga Tengah Malam. Dengan turunnya hujan dengan curah yang tinggi ini, para petani jagung kembali bergairah. Semangat baru menyala kembali untuk menabur benih jagung.

Sebagaimana terlihat oleh kami di lapangan tadi Pagi, sebanyak sekitar 75% petani jagung Karo Berneh serentak melakukan penaburan benih jagung ke lahan masing-masing.

Menurut seorang petani di Desa Rimo Bunga (Bang Sembiring) yang sempat diwawancarai oelh SORA SIRULO saat dia sedang istirahat di ladang, Musim Tanam Kelang ini kita hati-hati memilih waktunya menanam jagung.

“Musim Tanam Kelang ini berisiko terjadinya kemarau panjang sehingga pertumbuhan benih yang sudah ditabur tidak bagus. Bahkan bisa mati,” tutur Sembiring.

Para petani Karo Berneh mengharapkan pemerintah segara mencarikan solusi atas mahalnya bibit serta pupuk dan obat-obat pertanian. Sering terjadi dilema di petani, saat harga panen jagung mahal, pupuknya tidak ada di pasaran. Saat harga jual jagung murah, ada pupuk tapi harga pupuk dan bibit terlalu tinggi dibandingkan harga jual hasil panen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.