Kolom Boen Syafi’i: KEMENANGAN YANG MEMUDAR

0 0
Read Time:1 Minute, 36 Second

Ada pameo yang mengatakan “Sejarah selalu ditulis oleh pemenang.” Seratus persen hal itu benar. Bobroknya kelakuan seseorang, namun ketika dia jadi bagian si pemenang, maka yang bobrok itu bakal menjadi harum saat sejarah mencatatnya.

Termasuk di negeri ini.

Segala typo, editan dan pelintiran sejarah dipakai. Hanya agar si pemenang masih eksis dan aib busuknya gak diketahui oleh banyak orang.

Dulu katanya Orang Arab yang bernama Subakir membebaskanTanah Jawa dari berbagai macam lelembut dan siluman agar bisa dihuni manusia. Nah, ini kan vekok. Jawa gak berpenghuni, katanya.

Subakir datang ke Jawa sekitar abad ke 12 M. Lha, berarti Kerajaan Tarumanegara, Panjalu, dan bangunan megah Borobudur yang mendirikan siapa? Berang berang?

Cerita pelintiran sejarah yang ditulis oleh si pemenang agar ajarannya tetap eksis itu hanya sebagian kecil saja. Masih banyak cerita yang membuat otak manusia jadi koprol jika mendengarnya.

Contohnya, cerita Sulaiman yang bangun Borobudur, Gajah Mada Islam, Nyi Roro Kidul mualaf, RA Kartini pakai jilbab dan lain sebagainya. Piye koprol po ra?

Tapi kebohongan tetaplah kebohongan. Dan kebohongan pasti akan ditelanjangi juga, karena memang gak ada logika. Kini sudah tidak ada lagi istilah yang waras ngalah. Orang Nusantara khususnya Jawa gak lagi memakai peribahasa itu.

Main kabib-kabiban, apalagi sampai “menyembahnya” sudah banyak ditinggalkan. Telah menyadari bahwa merendahkan diri di hadapan mereka, sama saja merendahkan bangsa, ras dan negara. Semakin ngalah seperti era Majapahit dulu maka semakin hancur, dan yang didiamkan bakal semakin sewenang-wenang pula.

Ya, tampaknya si pemenang masih ingin tetap memelintir sejarah sesuai kemauannya. Namun, apa daya, energi memelintir mulai memudar. Seiring ketangguhan internet dengan arus informasi serba cepat, yang makin merajalela.

“Jadi sudah tau toh, Di, Paidi ,kenapa mereka ngotot kepingin nerapin kilapah dan syaringah di negeri ini?”

Ho’oh ….. Cak, mereka menolak internet karena mengharamkan melahirkan anak dengan cara download..

“Weladalah???”

Salam Jemblem..

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: