Kolom Ahmad Fauzi: DEMI SEMESTA YANG BERMULA DARI MENTAL ROHANI

0 0
Read Time:1 Minute, 18 Second

Materi adalah tumpukan aktivitas pikiran. Ledakan besar pertama alam raya dipicu oleh akal yang berpikir tentang dirinya sendiri. Akal ini mengalami konflik, kemudian membelah dan mengasingkan diri, menjadi liyan yang bereksistensi. Akal menciptakan skizofrenia-kosmis pertama yang menghasilkan ledakan material dahsyat tak terhingga.

Begitu setidaknya menurut perspektif Teori Emanasi (Nadhoriatul Fayd) Ibn Sina untuk menjelaskan cikal bakal materi yang berasal dari kegiatan pikiran.

Oleh karena itu, dengan aktivitas berpikir sebenarnya kita sedang memproduksi alam semesta secara terus menerus. Kosmologi-Kuantum mendapatkan peneguhan filosofis-spekulatif dari teori purba dan menjadi pelabuhan masa depan bahwa teknologi pikiran adalah The Queen of Science yang sangat menjanjikan.

Sejarah adalah peristiwa keterasingan, di mana semangat zaman melakukan perjalanan panjang untuk menemukan kesadaran. Ada semacam jarum roh yang menelusup halus di antara benda-benda material sejarah, memberinya substansi dan oli mesin penggerak. Roh ini bernama rasio.

Ia adalah nyawa sejarah, menggerakkan dan mengarahkannya berdasarkan pertentangan dan konflik tanpa henti. Sejarah merupakan medan konflik kolosal yang memiliki tujuan, meski terlihat acak, tak teratur dan buta dari rancangan.

Walaupun dimulai dari negasi atau penolakan kemudian terkesan mendukung penghancuran, ini bukanlah proses sia-sia dan percuma. Justeru dengan itu ia menyadarinya dan mengangkat derajat dirinya lebih tinggi. Tidak ada hasil akhir, karena hasil tersebut menjadi titik tolak bagi perjalanan selanjutnya, dan seterusnya.

Marx dan Freud, memahami peradaban dan kebudayaan dihasilkan dari proses negasi dan penyangkalan. Sejarah sebagai pertentangan dan konflik atau kerja budaya yang mengandung represi seksual, berhutang budi pada filsuf mistis yang bernama Hegel.

Ada hukum alamiah sejarah yang tidak kalah mempesonakan dibandingkan dengan Hukum Gravitasi dan Evolusi, yaitu Dialektika.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: