Kolom Sri Nanti: MASA BODOH ITU SEHAT

Soal penampilan saya memang cuek. Waktu sekolah bahkan sering dirasani, “Bajunya nggak pernah ganti, sepatunya buluk, tas e elek, sepedanya teyengen….” Bodo amat, nggak pernah saya pikirin. Yang penting isi dompet aman.

Nggak ada yg naksir? EGP, cowok berkelas lebih perduli isi kepala daripada penampilan.

Bahkan pernah dulu waktu di trans Hitam Ulu belum ada Bank apalagi ATM. Saya kalau mau nabung harus ke Kota Bangko. Pede aja ke kota pakai jeans, kaos oblong dan sandalan jepit.

Tiba-tiba di depan Bank ketemu tetangga terus dia bilang, “Perawan cap opo ini, atasnya cantik bawahnya sandal jepit. Berapa sih harga sepatu? Mbok kalau ke Bank itu agak modis dikit jangan disamakan dengan penampilan jualan sate…”

Lah memang salahnya di mana ke Bank pakai sandal jepit? Diterima kok duit saya.

Nah kemarin ketemu lagi tuh sama dia yang sekarang sama-sama sudah jadi emak-emak di acara kondangan. Komen lagi dia, “Mbok kalau kondangan itu pakai gamis atau kain gitu, biar kayak Ibu-ibu yang lain. Mosok atas kebaya bawah celana, tapi bagus sih bawahnya bukan sandal jepit….” Sambil ngakak dia.

Saya cuma cengar-cengir. Memangnya kenapa kalau kondangan pakaiannya gini. Diterima juga kok amplop saya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.