Kolom Tetty Sinuhadji: TERDAMPAR DI KAKI PEGUNUNGAN ALPEN

Dari Jakarta ke Paris (Perancis) tak ada halangan. Semua berjalan lancar. Pas tiba pemeriksaan di Imigrasi setelah ditanya macam macam diminta bukti akan nginap di mana dan tujuannya apa.

Tapi akhirnya kami bisa lewati dengan lancar.

Dari Paris kami memilih jalur kereta api menuju Milan (Jarak tempuh sekitar 8 jam). Setelah perjalanan selama lima jam, tiba-tiba kereta berhenti. Diumumkan tidak bisa lanjut ke Milan karena ada jalan yang tak bisa dilalui akibat longsor, tepatnya di daerah Saint Jean de Maurienne.

Akhirnya kami seluruh penumpang dipindahkan ke lima bus besar untuk diantarkan ke stasiun kereta di Torino. Ternyata, sebelum sampai masuk ke Itali yang berbatasan dengan Perancis ada lagi pemeriksaan oleh Kepolisian Itali. Ternyata salah satu penumpang tidak mempunyai kelengkapan dokumen.

Hadehhh …. Akhirnya bis kamipun ditahan. Gara gara satu orang seluruhnya ditahan.

Setelah orang teraebut kembali masuk dalam bis maka kamipun diijinkan lanjut perjalanan. Melajulah bis yang kami tumpangi menuju Stasiun Torino (Itali) untuk kami lanjut menuju Milan.

Pada pukul 00.35 akhirnya kami tiba dengan selamat. 15 menit menjelang tiba ada pengumuman dari pihak kereta api, ternyata uang tiket kami akan dikembalikan dengan alasan mereka menimbulkan ketidaknyamanan dalam perjalanan yang terhambat.

Wow, surprise juga rasanya uang akan dikembalikan walau kami telah dihantarkan sampai lokasi tujuan. Walau sampainya telat selama 2 jam 35 menit, tapi terhibur karena merasa dihargai oleh pihak train bersangkutan.

Sedikit kisah perjalanan kali ini yang membuat kami terdampar di kaki Pegunungan Alpen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.