Mengapa Tiongkok Percepat Penelitian Teknologi Inti?

0 0
Read Time:3 Minute, 24 Second

ANG SAN MEI | BEIJING (Tiongkok) | “Halo, semuanya. Saya telah keluar dari modul stasiun luar angkasa. Saya merasa baik-baik saja,” kata Taikonaut asal Tiongkok Chen Dong saat dia mulai berjalan-jalan di luar angkasa (spacewalk) minggu lalu.

Chen dan rekannya yang merupakan kru Shenzhou-14 Liu Yang menyelesaikan seluruh tugas di luar pesawat antariksa selama enam jam [Jumat 2/9].

Kiprah mereka ini menjadi aksi spacewalk ke lima di luar stasiun luar angkasa Tiongkok, serta spacewalk pertama di luar modul stasiun laboratorium luar angkasa yang baru diluncurkan, Wentian.

Sejak 2020, Tiongkok sukses menjalankan rangkaian misi penerbangan antariksa termasuk modul utama stasiun luar angkasa Tianhe, pesawat luar angkasa berawak manusia Shenzhou-12 dan Shenzhou-13, serta pesawat kargo luar angkasa Tianzhou-2 dan Tianzhou-3. Dengan demikian, Tiongkok membuat perkembangan luar biasa dalam program luar angkasa.

Tak hanya di sektor kedirgantaraan, selama dekade terakhir, ilmuwan Tiongkok berupaya membuat terobosan dalam teknologi inti. Hal ini senada dengan imbauan Presiden Tiongkok Xi Jinping untuk bekerja keras membuat terobosan dalam teknologi inti di bidang-bidang penting.

Selasa lalu, Xi menekankan pentingnya sistem baru untuk mengerahkan sarana di seluruh negeri dalam penelitian dan pengembangan (litbang) teknologi inti. Hal tersebut disampaikan Xi ketika memimpin rapat Central Commission for Comprehensively Deepening Reform Ke-27.

Tiongkok harus mengoptimalkan alokasi sarana inovasi menurut kebutuhan strategis negara, memperkuat keunggulan sains dan teknologi strategis nasional, meningkatkan keahlian sistemik secara drastis guna menangani kendala sains dan teknologi yang penting, serta mengembangkan daya saing dan mengambil inisiatif strategis di beberapa bidang penting, seperti yang disampaikan Xi.

Menguasai teknologi inti

“Teknologi inti tidak dapat dibeli, atau diperoleh dengan meminta atau memohon bantuan kepada pihak lain,” ujar Xi dalam kunjungan kerjanya ke Xi’an Institute of Optics and Precision Mechanics pada 2015.

Sejak 2012, presiden Tiongkok ini telah mengemukakan pentingnya inovasi sains dan penguasaan teknologi inti. Terinspirasi dari Xi, banyak terobosan dalam teknologi inti yang telah tercapai sehingga menjadi landasan menuju target besar Tiongkok sebagai pemimpin terkemuka di dunia dalam bidang sains dan teknologi.

Litbang teknologi inti memenuhi kebutuhan nasional. Solusi mutakhir turut mendukung pelaksanaan proyek infrastruktur berskala besar seperti Jembatan Hong Kong-Zhuhai-Macau dan Jalur Kereta Sichuan-Tibet. Pemanfaatan anjungan minyak lepas pantai dan sumber daya gas dan batubara yang bersih serta efisien, serta pengembangan teknologi nuklir generasi baru berperan vital dalam menjaga ketahanan energi nasional Tiongkok.

Pada masa pandemi Covid-19, Tiongkok pun membuat terobosan dalam vaksin, obat-obatan, dan reagen pengetesan. Jumlah obat-obatan Kelas-1 baru yang telah meraih izin di Tiongkok meningkat dari lima sebelum 2012, hingga kini menjadi 79.

Tiongkok juga menghasilkan beberapa pencapaian yang memiliki pengaruh global. Misalnya, Tiongkok berhasil melakukan observasi atas efek quantum Hall tiga dimensi yang pertama di dunia, serta mengendalikan lipatan grafena (graphene) dengan akurasi hingga pada jenjang atom. Tiongkok juga mengembangkan cip komputer yang menyerupai otak dengan fusi heterogen yang pertama di dunia, “Tianji”.

Semakin membuka diri untuk dunia

Tahun lalu, Tiongkok membuka Five-hundred-meter Aperture Spherical Radio Telescope (FAST), teleskop radio pertama di dunia dengan bukaan lensa terbesar dan paling sensitif, untuk seluruh ilmuwan. Hingga Juni, FAST telah menyediakan layanan observasi bagi 27 proyek ilmiah di 14 negara di dunia.

Peresmian FAST menjadi salah satu contoh yang membuktikan keseriusan Tiongkok dalam memperluas ikatan persahabatan dalam sains dan teknologi.

Saat memberikan kata sambutan dalam rapat umum Chinese Academy of Sciences dan Chinese Academy of Engineering (CAE), serta kongres nasional China Association for Science and Technology (CAST) pada tahun lalu, Xi mengimbau praktisi sains-teknologi Tiongkok agar meningkatkan keterbukaan, aktif berpartisipasi mengatasi tantangan besar yang dihadapi manusia, serta berupaya mempromosikan pencapaian inovasi sains dan teknologi demi mendatangkan manfaat bagi berbagai negara dan masyarakat.

Menurut Kementerian Sains dan Teknologi Tiongkok, Tiongkok telah menjalin hubungan kerja sama di bidang sains-teknologi dengan 161 negara dan wilayah, meneken 115 kontrak kerja sama antarpemerintah, serta bergabung dengan lebih dari 200 lembaga internasional dan mekanisme multilateral.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: