MENINGKATKAN KELESTARIAN ALAM DI BERBAGAI KOTA DAN KOMUNITAS — University of Technology Sydney Luncurkan “Global Game Changers”

ADINDA DINDA | SYDNEY (Australia) | Demi mengatasi perubahan iklim, banyak orang dan organisasi aktif merombak cara menjalani kehidupan, bekerja, dan bermain—kini, kita semakin perlu membahas topik tersebut. Maka, University of Technology Sydney (UTS) menggelar webinar langsung [Kamis 30/5] dengan melibatkan beberapa pakar industri.

Audiens di seluruh dunia dapat bergabung dan berdiskusi dalam webinar ini.

Banyak pemain besar memimpin pelestarian bumi dengan skala global, seperti PBB, Greenpeace, dan World Economic Forum. Namun, pihak-pihak baru bermunculan untuk bergabung dalam aksi iklim, serta memberdayakan masyarakat dan mengubah lingkungan yang didiami lebih dari setengah penduduk dunia—kota-kota global.

Profesor Jua Cilliers, Ahli Tata Kota terkemuka di dunia, serta Head, School of the Built Environment, UTS, berkata, “Kontribusi kota-kota global terhadap emisi dunia mencapai lebih dari 75%. Meski demikian, kota-kota ini dapat menjadi lingkungan yang sangat berkelanjutan dan transformatif dengan merestorasi alam.”

Dengan keahlian praktisnya, Cilliers menggagas prinsip ekologi perkotaan sebagai unsur utama dalam aktivitas pendidikan dan riset UTS. Maka, hal tersebut menjadi basis wawasan baru bagi lulusan UTS.

Pada 30 Mei, Cilliers berkolaborasi dengan Profesor Ilmu Arsitektur dan pembawa acara televisi terkenal asal Australia Anthony Burke (Grand Designs Australia), Remy Sietchiping (Strategic Analyst, UN Habitat), Germain Briand (Pemilik perusahaan inovatif berskala internasional, The Urban Canopee), dan Rob Stokes (mantan Menteri Perencanaan dan Ruang Publik Australia, kini menjabat Ketua Zero Cities Committee) untuk meluncurkan “Global Game Changers”.

Menurut pembicara Remy Sietchiping, perubahan positif dapat tercapai. Sepanjang kariernya, Sietchiping bekerja sama dengan penentu keputusan dan perumus kebijakan dalam “memperjuangkan infrastruktur yang berdaya tahan, perumahan terjangkau, mobilitas inklusif, serta hubungan simbiosis antara alam dan manusia di permukiman manusia.”

Dia ingin mewacanakan bahwa “setiap aksi, sekecil apa pun skalanya, dapat membuat perubahan dalam upaya global untuk mewujudkan dunia yang berkelanjutan, dan setiap orang harus dilibatkan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.