Kolom Andi Safiah: BUAT DIA BINGUNG

Terkadang saat berdiskusi dengan umat Tuhan, atau umat suatu agama, saya memasang dia sikap mental. Pertama, saya berusaha mengajukan argumen-argumen yang menurut saya masuk akal. Tentu saja tidak lupa saya ajukan beberapa bukti empiris untuk menopang argumen yang saya ajukan.

Kolom Acha Wahyudi: YES, YES …. SO AGREE WITH YOU, SIR!

Orang beragama yang baik tidak menganggap terlalu serius agama mereka. Contoh, beberapa penulis tafsir Al-Qur’an, manusia-manusia baik itu telah melembutkan ayat-ayat perang, ayat-ayat unfair anti nalar, dengan penjelasan yang pada dasarnya banyak melenceng dari arti sebenarnya yang jelas-jelas tertulis tegas dalam kitab yang dianggap suci itu.

PSI TIDAK ANTI AGAMA (Sirulo TV)

Oleh: Dedy Nur ST Caleg DPR RI PSI no 2 Dapil Bali Jadi begini kawan-kawan sebangsa dan setanah air yang dicintai oleh satu kekasih dan satu istri. Sebagai partai politik yang lolos verifikasi faktual dari KPU dan menjadi salah satu peserta Pemilu Tahun 2019, PSI ingin menegaskan bahwa PSI tidak “Anti Agama”. PSI lewat Sis Grace… Continue reading PSI TIDAK ANTI AGAMA (Sirulo TV)

Kolom Panji Asmoro: ADI BATAK DAN DAGING ANJING (Kisah Nyata)

Ketika Paus Fransiskus berkunjung ke Abu Dhabi [Minggu 3/2], yang membuahkan kesepakatan agar Vatikan dan Dunia Arab berhenti membawa-bawa Tuhan dan Agama demi mengukuhkan perdamaian dunia, entah kenapa aku teringat kisah dengan seorang teman SMA-ku puluhan tahun silam. Nama panggilannya Adi Batak (aku lupa nama lengkapnya).

Kolom Ganggas Yusmoro: BERAGAMA TERNYATA BUTUH KECERDASAN

Iseng-iseng nonton film Mr Bean. Ada adegan di dalam gereja. Mr Bean yang kocak, yang selalu aneh, yang jahil, membuat saya mengerutkan kening. Aahh, saya cemburu dengan sahabat, teman dan saudara-saudaraku yang beragama Kristen. Kenapa?

Kolom Ganggas Yusmoro: MANA LEBIH BERAGAMA?

Jika agama untuk memperbaiki perilaku dan akhlak manusia. Ketika bangsa lain yang dianggap kafir (seperti halnya Jepang, Korsel, China, Eropa, dan Amerika) begitu menghargai waktu, memanfaatkan hidup agar lebih baik, bahkan untuk sebuah janji tidak pernah molor. Dibandingkan dengan bangsa ini yang suka molor dan tidak menghargai waktu. Mana yang lebih beragama?

%d bloggers like this: