Kolom Andi Safiah: ANIES PRESIDEN?

Kabarnya Anies Baswedan agak susah jadi Presiden Indonesia. Alasannya juga sangat konstitusional, yaitu Pasal 6 ayat 1 UUD 45 yang menyebutkan bahwa Presiden Indonesia adalah orang Indonesia asli.

Kolom Eko Kuntadhi: POLITIK KEMATIAN ANIES

Salah satu kelebihan cara berpolitik Anies Baswedan adalah kemampuannya bermain-main dengan mayat dan kematian. Ingat dulu saat Pilkada Jakarta. Mungkin itu satu-satunya Pilkada paling brutal dan sadis. Hanya karena perbedaan politik, jenazah muslim ditolak untuk disholatkan. Siapakah yang memetik untung dari sana? Ya, Anies Baswedan. Lalu dengarlah sambutan dia saat awal-awal pandemi.

Kolom Eko Kuntadhi: MENGULITI ANIES

Program unggulan Anies Baswedan yang disemburkan saat kampanye mulai dikuliti satu-satu. Sejak awal Anies bicara program-programnya emang isinya mirip bungkus chiki, tampilan doang yang besar. Isinya kebanyakan angin. Saat itu saya sudah yakin programnya bakal gak jalan. Wong isinya angin. Cuma ngomong sekebon.

Kolom Boen Syafi’i: BU RISMA DATANG — Politik Intoleran Pun Disiapkan

Geram dan dongkol. Mungkin inilah yang dirasakan Gubenur DKI (Anies Baswedan) saat ini dengan kemunculan Ibu Risma. Wajar, siapa juga yang tidak dongkol hatinya, coba? Di saat si Gubenur lagi asyik-asyiknya bermalas ria, alasan isolasi (isolasi Covid-19 kok sampai sebulan lamanya? Apa biar gak dipanggil Polda?). Dan gak ngapa-ngapain?

Kolom Eko Kuntadhi: APAKAH ANDA BERSEDIA MUNDUR DARI KURSI GUBERNUR?

Kemarin itu cukup mengejutkan. Kapolri mencopot 2 Kapolda di wilayah utama, Kapolda Metro dan Kapolda Jawa Barat. Bukan hanya itu, Polri juga mencopot Kapolres Jakarta Pusat dan Bogor. Masalahnya simpel. Para petinggi itu dianggap tidak becus menegakkan UU Karantina Kesehatan yang saat ini masih diberlakukan di Indonesia.

Kolom Eko Kuntadhi: AKROBAT KATA-KATA APA LAGI, NIES?

Ingat saat ibunda Pak Jokowi, Ibu Noto meninggal dunia. Waktu itu kita sudah memasuki masa pandemi. Meski banyak orang yang mau melayat, tapi Presiden melarangnya. Jenazah ibunda cepat dimakamkan. Hanya dihadiri oleh keluarga dekat saja. Pascapemakaman, kita menyaksikan foto Jokowi masih bersarung.

Kolom Eko Kuntadhi: INILAH MAKNA PIDATO ANIES SOAL PRIBUMI!

Ingat saat Anies pidato kemenangannya beberapa tahun lalu? Ia menyinggung nasib pribumi. Di Jakarta, pribumi seperti tidak menjadi tuan rumah di negerinya sendiri. Itu katanya. Omongan Anies itu benar. Dia mewujudkannya. Seorang Rizieq yang berdarah Timur Tengah mendapat perlakuan luar biasa.

Kolom Eko Kuntadhi: GANJIL-GENAP YANG GANJIL

Jakarta hari ini mulai lagi diberlakukan ganjil genap. Yups, di tengah wabah yang masih mengancam, kebijakan itu diterapkan lagi. Kebijakan ganjil genap tujuan utamanya untuk memgurangi jumlah kendaraan di jalan. Jadi kendaraan berplat nomor ganjil, hanya boleh beroperasi di tanggal ganjil. Juga sebaliknya.

Kolom Eko Kuntadhi: ANIES MENOLAK REKLAMASI — Ancol Dipersilahkan Mengurung Laut

“Saya menolak reklamasi,” ujarnya di atas panggung debat kampanye Pilgub Jakarta. Bibirnya yang tipis disapu oleh lidahnya. Dan kita tahu, reklamasi di teluk Jakarta dasarnya adalah Keputusan Presiden. Dikeluarkan sejak Jaman Soeharto. Bagaimana mungkin sekelas Gubernur menolaknya?

%d bloggers like this: