Kolom M.U. Ginting: Filipina dan Indonesia dalam Narkoba

  Orang Filipina pesta sabu di Indonesia begitu turun dari kapal turis di Bali, karena di Filipina tidak akan lama umurnya. Dia bisa langsung mati, karena sistem pemberantasan narkoba Duterte sangat efektif dan tanpa diskriminasi dan tanpa argumentasi. Pengedar, pengguna, pedagang narkoba, langsung diselesaikan atau apalagi bos narkoba, tidak mungkin ada sejarah lanjutannya. Tidak mungkin… Continue reading Kolom M.U. Ginting: Filipina dan Indonesia dalam Narkoba

Kolom M.U. Ginting: BACOT, AKSI, DAN PERUBAHAN

  Bisnis narkoba adalah salah satu alat utama bagi Greed and Power (GP) untuk mengembangkan kekuasaannya. Duit, duit, . . . power, power . . . dalam rangka menundukkan dan menguasai semua negara dunia dan seluruh kemanusiaan. Kalau usahanya ini sudah tercapai, jadi apakah manusia dan kekuasan itu atau penguasa itu sendiri?

Kolom M.U. Ginting: Rakyat Tetap Dukung Duterte

Dunia meragukan cara Duterte menghadapi narkoba. Yang paling ragu tentu gembong bisnis narkoba itu sendiri, di Filipina maupun dunia di luar Fiipina. Yang lainnya antara membenarkan dan tidak membenarkan caranya itu. Tetapi statistik survey menunjukkan lebih dari 80% membenarkan sikapnya.

Kolom M.U. Ginting: ARTIS NARKOBA

Artis-artis adalah sasaran utama dan sangat menguntungkan banyak duit bagi pengedar narkoba. Kita kenal nasib artis-artis besar dunia yang mati karena narkoba. Atau bisa dikatakan umumnya tak ada artis besar yang luput dari inceran bisnis narkoba, karena  mereka banyak uangnya dan bisa beli narkoba berapapun harganya. Dan, belum ada penanganan khusus atau ilmiah dalam menghadapi… Continue reading Kolom M.U. Ginting: ARTIS NARKOBA

Kolom M.U. Ginting: DUTERTE MAKIN GANAS

Narkoba adalah satu diantara 3 alat penting ’global hegemony’. Dua lainnya ialah terorisme dan korupsi. Karena itu, jalan biasa menghadapi kriminal narkoba tidak akan mungkin berhasil. Jalan baru yang dipakai Duterte adalah satu-satunya yang tepat dan yang masih mungkin menyelamatkan kemanusiaan dari cengkeraman ‘global hegemony’ itu.

%d bloggers like this: