Kolom Nisa Alwis: ORANG INDONESIA

Kemarin seorang ukhti memuji gadis berjilbab di samping saya, sekaligus ia menunjukkan tak ada kompromi baginya apalagi apresiasi pada yang hanya berselendang saja. “Alhamdulillah yang muda malah sudah hijrah” begitu kurleb ungkapannya. Selanjutnya ia bersemangat menunjukkan dirinya agen dakwah.

Kolom Soibah E. Sari: VITAMIN D ITU PENTING!

Di laman Facebook ini ada sebuah forum bernama Hijrah Indonesia. Saya senang membaca postingan-postingannya. Karena isinya membuka pikiran dan pandangan kita tentang beragama. Terutama soal pemakaian hijab yang memang lagi gencar-gencarnya diwajibkan bahkan terkesan dipaksakan pada setiap wanita muslimah.

Kolom Acha Wahyudi: BUDAYA INDONESIA

Pada akhir tahun 1980-an, murid-murid yang memakai hijab ke sekolah dipanggil oleh Kepala Sekolah untuk melepas hijabnya. Mereka diancam pula, bila mau tetap bisa sekolah, tidak boleh memakai hijab. Walau aku ga memakai hijab, dan kemungkinan besar tidak akan pernah memakai hijab, sebagai pengurus OSIS, aku ikut protes atas kebijakan tersebut.

Kolom Nisa Alwis: ADAT dan AURAT

Sesaat setelah posting foto para ibu semangat berkebaya, muncul sebuah status dengan background merah menyala milik seorang kawan lama. Begini bunyinya: “Dulu masih santri berhijab leher tidak kelihatan. Eee sekarang sudah jadi emak-emak berhijab pamer leher. Waras antunna?” Cukup banyak juga yang melike dan mengkomennya, antara lain ada yang menulis: “santri gadungan”. Merdu bukan?!

Kolom Eko Kuntadhi: BAGAIMANA MEMBEDAKAN RAISA DAN ISYANA?

Melihat orang memakai kerudung hitam panjang lengkap dengan cadar. Wajahnya tertutup kain hitam. Full. Cuma matanya saja yang terlihat. Saya selalu menebak-nebak, kira-kira dia langsing apa agak sintal, ya? Soalnya biasanya mereka menggenakan gamis lebar serba panjang. Kelangsingan dan kesintakannya tersamarkan.

Kolom Boen Safi’i: IBUNDA AL MAGHFURLAH GUS MAKSUM..

Kisah ini ada di Ponpes Lirboyo, Kediri (Jatim). Bermula dari adanya jin yang mengamuk di aula pondok waktu itu. Jin ini terlalu sakti untuk dihadapi. Dibacakan fatihah gak mempan. Dibacakan yasiin malah ikut ikutan membaca. Ndarus Al Quran pun malah kegirangan.

Aidijuma Colors Group, bersama Hijup, mengakuisisi saham mayoritas di Haute Elan, pedagang retail e-commerce di Britania Raya

KUALA LUMPUR, MALAYSIA – Aidijuma Colors Group of Companies – yang merupakan pemilik rangkaian hijab ‘Bawal’ Malaysia yang populer di bawah label Aidijuma – bersama dengan situs e-commerce busana santun miliknya yaitu Hijup telah mengakuisisi saham mayoritas dalam perusahaan e-commerce dan fesyen santun yang berbasis di Britania Raya yaitu Haute Elan menyusul ekspansi Hijup ke pasar Britania Raya.

Kolom Ganggas Yusmoro: KETIKA RINA NOSE DIHUJAT, UMI PIPIK SEDANG APA?

Ketika seorang Rina Nose memutuskan untuk melepaskan hijab, tiba-tiba dunia ini seakan dibuat runtuh oleh kaum yang menganggap paling mengerti surga. Ujug-ujug negeri ini ikut geger dan menganggap perilaku Rina Nose dianggap nista, buruk, gak punya iman, apalagi imin. Jelas malah gak punya.

%d bloggers like this: