Kolom Asaaro Lahagu: Rizieq Terjatuh, Tito Tekuk FPI dengan Elegan

    Tidak salah Jokowi memilih Tito sebagai Kapolri. Taktiknya dalam menghadapi FPI, sangat elegan dan mujarab. Tito tidak langsung membubarkan FPI. Ia juga tidak berperang frontal dengan FPI seperti Duterte di Filipina. Tito masih mau bertemu dengan pihak FPI dan berbicara dengan mereka. Tito masih menghargai FPI sebagai anak bangsa yang kurang waras dan… Continue reading Kolom Asaaro Lahagu: Rizieq Terjatuh, Tito Tekuk FPI dengan Elegan

Kolom Asaaro Lahagu: Taktik Jitu Kapolri Tito Tekuk Habib Rizieq

  Saya sebetulnya terus mengamati nasib Rizieq di era Kapolri Tito. Setelah menikmati masa kejayaan di era SBY sebagai ‘attack dog’nya aparat, kini di jaman Ahok-Jokowi merana. Saat Tito menjadi Kapolda Metro Jaya 2014, 21 anggota FPI termasuk Habib Novel ditangkap. Novel sendiri masuk penjara. Sejak saat itu kiprah FPI meredup dan mulai berkedip-kedip.

Kolom W. Wisnu Aji: Menjawab Kajian ‘Tanpa Mikir’ FPI dalam Memaknai Pidato Ahok

Setelah Kapolri merespon tuntutan demo untuk bikin proses hukum Ahok secara cepat, tegas dan transparan dipenuhi (dimana Kapolri dalam konferensi persnya siap melakukan gelar perkara terbuka dengan ditonton semua pihak) mulai diapresiasi. Bahkan Kapolri melontarkan pemantik wacana dimana ada pemenggalan kata “pakai ” yang bikin video pidato Ahok jadi heboh.

Kolom M.U. Ginting: BUKAN MEMPLINTIR

  Kapolri Jenderal Tito Karnavian akhirnya ikut angkat bicara menjelaskan duduk persoalan kasus Ahok akibat hilangnya kata ‘pakai’. Meski bukan ahli bahasa, Tito mengatakan bahwa hilangnya satu kata itu menimbulkan arti berbeda.

Kolom M.U. Ginting: KEPRIBADIAN LELUHUR

Saya pikir Kapolri sangat bijak dalam menanggapi demo hari ini. Peningkatan kesadaran masyarakat sudah jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kesadaran masyarakat Tahun 1965 dimana langsung saja orang-orang ambil parang dan bunuh 3 juta orang dengan propaganda ‘murahan’.  

Kolom Asaaro Lahagu: Jokowi Unjuk Gigi, Pilih Tito Karnavian Jadi Calon Kapolri, Internal Polri Berguncang

Penunjukkan Tito Karnavian menjadi calon tunggal Kapolri mengguncang internal Polri. Sebelumnya Dewan Kebijakan dan Kepangkatan Tinggi (Wajankti) Kepolisian RI tak memasukkan namanya dalam daftar usulan calon Kapolri. Itu artinya dalam internal Polri, Tito bukanlah sosok utama yang berhak menjadi orang nomor satu di Kepolisian. Alasannya  Tito masih dianggap junior dan belum saatnya memimpin institusi sebesar… Continue reading Kolom Asaaro Lahagu: Jokowi Unjuk Gigi, Pilih Tito Karnavian Jadi Calon Kapolri, Internal Polri Berguncang

Kolom M.U. Ginting: MEMBUBARKAN ORMAS DIAM-DIAM

”Sementara itu, ditanya tentang ormas yang diakuinya telah dibubarkan, Mendagri tidak mau menyebutkan nama ormas tersebut,” sebagaimana dirilis oleh merdeka.com.  Mendagri Tjahjo Kumolo masih hidup di era abad lalu, abad ketertutupan. Sekarang abad keterbukaan dan abad partisipasi publik, Pak Mendagri. Semua soal sosial kemanusiaan tak perlu lagi ditutupi dan taruh semua di atas meja sehingga… Continue reading Kolom M.U. Ginting: MEMBUBARKAN ORMAS DIAM-DIAM

Laksanakan Instruksi Kapolri, 20 Preman Diamankan

IMANUEL SITEPU. DELITUA. Salah satu dari program 100 Hari Kerja Kapolri yang baru, Jen Pol drs. Badrudin Haiti, adalah membentuk Satgas 2 dengan sasaran premanisme dan kejahatan jalanan (Street Crime). Dalam rangka ini, jajaran Polsek Delitua melakukan aksi razia di tempat-tempat rawan aksi kejahatan, seperti di Jl. Besar Delitua, Simpang Titi Kuning, Jl. B. Zein… Continue reading Laksanakan Instruksi Kapolri, 20 Preman Diamankan

Kolom M.U. Ginting: Budi Gunawan Batal

Jokowi menunjuk Badrodin Haiti sebagai Kapolri. Kelihatannya memang seperti jalan tengah atau semacam kompromi atau win win solution . Walaupun, kalau ditimbang-timbang secara lebih teliti, masih berat sebelah. Badrodin ikut aktif, atau setidaknya tak bikin apa-apa, dalam usaha-usaha mengkriminalkan KPK saat  penangkapan Wakil Kepala KPK (BW). Polisi saat itu menangkap BW seperti menangkap seorang teroris, dan… Continue reading Kolom M.U. Ginting: Budi Gunawan Batal

Kolom M.U. Ginting: SUBSTANSI MASALAH

Dalam menanggapai pengawalan berlebihan rumah Komjen BG, pengamat kepolisian Bambang Widodo Umar (BWU) mengatakan: “Jika bentuk pengamanan iu berlebihan timbul pertanyaan di benak masyarakat.” Pertanyaan yang timbul di benak masyarakat ialah, apakah penjagaan yang  berlebihan itu karena ketakutan yang berlebihan juga?

%d bloggers like this: