Kolom Eko Kuntadhi: PAPUA KEMEWAHAN DAN AIR MATA

Saya pernah ke sebuah lokasi yang susah diakses di Papua. Posisinya di atas gunung. Perjalanan ke sana hanya via pesawat kecil, berisi 5 – 6 orang. Distrik Puldama, di Pegunungan Oksibil. Tidak ada akses jalan. Gedung sekolah dengan fasilitas seadanya. Hanya ada satu guru untuk seluruh murid SD.

Kolom Andi Safiah: ANGAN-ANGAN KOLEKTIF — Di Mana Toleransi?

Kita marah ketika angan-angan kolektif kita diganggu atau bahkan dipertanyakan. Padahal, angan-angan kolektif tersebut beredar dalam ruang “ghaib” atau dalam bahasa umatnya ruang abstract. Mengapa kita marah?Kita marah karena ada elements “kolektifnya”. Kalau angan-angan yang sifatnya personal dan masih minimalis biasanya kita bisa bersikap acuh tak acuh atau paling minimalis bersabar.

Kolom Budianto Surbakti: JATUHNYA SANG TOKOH ANTIKORUPSI — Berita Harian Kompas

Kemarin pagi [Jumat 5/3] saya membaca berita di atas, membuat seharian saya terus berpikir dan mengutip tulisan seperti di bawah ini: Biaya Pilkada yang Mahal dan persaingan elite lokal yang ketat diduga menjadi salah satu penyebab banyaknya kepala daerah yang Korupsi. Sebanyak 429 kepala daerah yang berurusan dengan hukum terhitung sejak 2005 hingga kini, tulis… Continue reading Kolom Budianto Surbakti: JATUHNYA SANG TOKOH ANTIKORUPSI — Berita Harian Kompas

Kolom Andi Safiah: POTONG TITIT

Di negeri macam China koruptor bisa kencing di celana karena hukuman atas korupsi tidak pake becanda apalagi cengar-cengir karena mereka tau akan ditembak mati. Di Negara macam Arab juga sama. Jangankan koruptor, maling jemuran saja kalau ketahuan bisa potong tangan. Kalau koruptor bisa langsung potong titit,

Kolom Andi Safiah: HILANGNYA KORUPSI DAN INTOLERAN

Korupsi tidak akan hilang begitu saja ketika anda tidak Korupsi. Begitu juga dengan mentalitas intoleran, tidak akan hilang hanya karena anda bersikap toleran. Ini sama dengan ketika anda kebetulan nyasar di hutan oleh sebab yang tidak anda mengerti. Lalu, di sana anda bertemu dengan puma. Angan-angan ilmiah anda bergumam bahwa, sebagai manusia yang beradab, saya… Continue reading Kolom Andi Safiah: HILANGNYA KORUPSI DAN INTOLERAN

Kolom Eko Kuntadhi: KORUPSI NUR MAHMUDI, KOK GAK ADA ARAB-ARABNYA?

Sebagai warga Depok yang menjadi fans berat Persipok (Persatuan Sepak Bola Depok) saya sedih ketika Walikota 2 periode Nur Mahmudi Ismail dijadikan tersangka korupsi. Bayangkan. Nur Mahmudi adalah Walikota yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Menteri Kehutanan. Dia juga mantan Presiden PKS yang biasa dipanggil ustad.

Kolom M.U. Ginting: PAHAM NEOLIB

Capres dari Partai Gerindra (Prabowo) menyatakan bahwa Indonesia menganut paham neoliberal dalam mengatur ekonominya, sebagaimana dirilis oleh DetikFinans [Rabu 8/8]. Dia ingin memperbaiki ekonomi negeri ini dengan menghapuskan paham neolib yang dianut oleh pemerintahan sekarang (Jokowi/JK). Anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra (Andre Rosiade) mengatakan, Prabowo ingin menerapkan Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 dalam visi-misinya.

Kolom Ganggas Yusmoro: BERAGAMA KENAPA MASIH KORUPSI?

Jangan terkejut, jangan heran dan jangan bilang “wow ….” bila negara-negara yang dianggap kafir, yang dikatakan salah satu golongan akan masuk neraka, yang paling sangat juahanaaam, keraknya neraka, bahasa Jawanya intipe neroko (wis, pokok e dianggap kafir oleh mereka, paling ciloko tenan), ternyata relatif bersih dari korupsi. Kenapaaaa?

Kolom Boen Syafi’i: TERNYATA SYARIAT KHILAFAH DI NAD TIDAK BISA JADI CONTOH

“Penerapan hukum syariat (khilafah) di negara Indonesia itu wajib hukumnya, Bong Kecebong,” kata ngumat fetamburan penikmat air jamvan, di sebuah kolom komentar saya. Saya jawab: “Kalau penerapan syariat itu baik, kenapa juga Provinsi Aceh masih timpang ekonominya? Malah korupsi dan bisnis hohohihi di sana merajalela.”

%d bloggers like this: