Kolom Juara R. Ginting: UNTUK PDIP — Pilkada Karo 2020 Adalah Mata Rantai Politik Nasional (Bagian 2)

Bagian 2 ini kita mulai dengan sebuah renungan, mengapa PDIP mencalonkan Djarot Syaiful Hidayat untuk Pilgubsu lalu, padahal dia tidak punya hubungan apa-apa dengan Sumut? Pihak lawan menuduh PDIP hanya menghindarkannya dari keadaan pengangguran setelah kalah di Pilgub DKI. Tapi, saat dia mengatakan sudah punya KTP Medan, saya sudah menduga dia akan tetap tinggal di… Continue reading Kolom Juara R. Ginting: UNTUK PDIP — Pilkada Karo 2020 Adalah Mata Rantai Politik Nasional (Bagian 2)

Kolom M.U. Ginting: OTAK ENCER SELAMATKAN INDONESIA DARI PECAH BELAH RUU HIP

Masih tetap menarik memang untuk menulis atau juga membaca soal komunisme. Bahkan juga terasa perlunya mengetahui lebih banyak dan lebih mendalam lagi soal komunisme ini, terutama karena Communism = NWO (Henry Makow). Trump menyebut NWO ini dengan istilah ‘The Global Power Structure’ (‘globalism’). Jadi selama masih ada Globalism atau NWO, selama itu juga masih ada… Continue reading Kolom M.U. Ginting: OTAK ENCER SELAMATKAN INDONESIA DARI PECAH BELAH RUU HIP

Kolom Boen Syafi’i: PAN, PKS DAN DEMOKRAT TINGGAL TUNGGU KEMUSNAHAN

Yu Waginem si penjual jemblem juga mendukung Jokowi Presiden 2 Periode.

Blunder demi blunder omongan yang dilakukan oleh Capres Prabowo, tampaknya semakin sering saja. Katanya Indonesia bubar. Indonesia punah. Tampang Boyolali. Hingga mengucapkan kalimat fenomenal berupa “Hulaihi Watu Ulo”. Ediaaaaaan.

Kolom Nisa Alwis: PARTY

Apakah kamu suka party? Suka nggak suka, nyatanya orang Indonesia paling suka pesta. Bahasa lainnya adalah ‘walimah’. Sebelum lahir sudah hajat 7 bulanan. Pas lahir upacara lagi aqikahan, sunatan, lamaran, walimatussafar, walimatulursy, maulidan, haul, rajaban, banyak lagi yang sudah jadi tradisi. Kerabat, tetangga diundang datang ke pesta. Cantik tampan wangi semua bertemu muka dan makan… Continue reading Kolom Nisa Alwis: PARTY

Kolom Asaaro Lahagu: MENGAPA ABURIZAL BAKRI HANYA NYARIS MENDUKUNG JOKOWI?

Dua tahun sebelum Pilpres 2014, Aburizal Bakri (Ical) getol mempromosikan diri sebagai Capres. Lewat iklan di televisi miliknya, tayangan tentang Ical nyaris mengudara setiap hari. Dalam beberapa iklan yang ditayangkan, Ical digambarkan sebagai sosok negarawan sejati. Lebih lanjut dalam iklan-iklannya, Ical diperlihatkan sebagai sosok yang sangat peduli kepada rakyat.

Kolom Asaaro Lahagu: TERBUKTI NGAWUR, PRABOWO GAGAL GANTI PRESIDEN 2019?

Ucapan ngawur Prabowo bahwa ia akan mengganti Presiden 2019 jika ia menang di Jabar, tak menjadi kenyataan. Prabowo kalah menyakitkan di sana. Pasangan Sudrajat-Syaikhu yang diusung Prabowo, hanya mampu mendatangkan kejutan, namun tidak cukup untuk menang.

Kolom Asaaro Lahagu: KEHANCURAN GANDA GERINDRA-PKS DI JAWA BARAT

Koalisi Gerindra-PKS-PAN di Jawa Barat dipastikan hancur lebur. Paslon Sudrajat-Syaikhu dari berbagai survei hanya mampu meraih elektabilitas di bawah 10%. Berbagai usaha trio partai Gerindra-PKS dan PAN, tak berbuah hasil.

Dari Obrolan Tentang Karo dan Batak ke Djarot di Mata Suku Karo

Oleh: Seriulina beru Karosekali Sabtu pagi, ketika saya menghadiri suatu acara, seperti biasa banyak orang-orang baru yang saya temui. Ketika sedang asyik ngobrol dengan wanita di samping kanan saya yang seorang keturunan Tionghoa, wanita lain di sebelah kiri mencolek sambil bertanya.

Kolom Juara R. Ginting: DALAM DJAROT MEMASUKI GELANGGANG SUMUT

Tidakkah PDIP punya kader setempat yang bisa diandalkan sehingga menurunkan Djarot Saiful Hidayat memasuki Gelanggang Pilkada Sumatera Utara, mengingat Djarot sama sekali tidak ada hubungan apa-apa dengan Sumut? Demikian sesekali terdengar celoteh di sela-sela gegap gempita penuh harapan dari sebagian warga Sumut atas ketetapan PDIP mengusung Djarot sebagai Calon Gubernur Sumatera Utara di Pilkada Serentak… Continue reading Kolom Juara R. Ginting: DALAM DJAROT MEMASUKI GELANGGANG SUMUT

Kolom Joni H. Tarigan: PDIP DUKUNG RIDWAN KAMIL?

Apakah anda pernah mendengar pepatah ini?: “You may not think about politics, but politics thinks about you.” Saya pertama kali mendengar pepatah ini ketika menonton film “The Lady” beberapa tahun yang lalu. Film ini mengisahkan bagaimana Aung San Suu Kyi memperjuangan demokrasi di Myanmar yang dikuasai oleh rezim militer.

%d bloggers like this: