Kolom W. Wisnu Aji: Pilkada Bukan Eksistensi Agama Tapi Upaya Menata Sistem

Demokrasi Indonesia sedang mengalami ujian kedewasaan akhir-akhir ini. Nuansa Pilkada DKI yang terasa Pilpres membuat komponen bangsa tersedot di Pilkada DKI. Ada upaya penarikan simbol agama untuk eksistensi kelompok tertentu dalam memenangkan Pilkada DKI. Padahal, kita sudah sepakat sistem Pilkada bukan untuk eksistensi agama, tapi upaya menata sistem lebih baik melalui seleksi kepemimpinan.

Kolom W. Wisnu Aji: Saatnya Ahok Menuntut Keadilan Negara

Ketika serangan semakin bertubi-tubi menghantam Ahok, bahkan sebegitu kuatnya warga Jakarta senang dengan kepemimpinan Ahok, hingga harus mensetting aksi pelibatan rakyat daerah untuk menumbangkan Ahok. Ada upaya mengkriminalisasi Ahok demi dapat merusak kecintaan rakyat Jakarta pada kepemimpinan Ahok. Kalau kita flashback munculnya statemen Ahok tentang Surat Al Maidah 51 berawal dari gerakan massif yang dirancang… Continue reading Kolom W. Wisnu Aji: Saatnya Ahok Menuntut Keadilan Negara

Kolom M.U. Ginting: Pemuda Muhamadiyah Dukung Ahok–Djarot

Pernyataan dukungan dari anak-anak muda Muhammadiyah di Jakarta, sangat banyak artinya dalam mendorong penyelesaian yang adil dan jujur dalam kasus ‘pencemaran Al Quran Ahok’. Kasus ini yang dalam prakteknya sudah banyak mengorbankan waktu dan duit (secara ekonomi) bagi Jakarta maupun bagi rakyat Indonesia karena biaya-biaya yang sudah dikeluarkan untuk memenuhi keinginan sebagian elit politik yang… Continue reading Kolom M.U. Ginting: Pemuda Muhamadiyah Dukung Ahok–Djarot

Kolom W. Wisnu Aji: Menjawab Kajian ‘Tanpa Mikir’ FPI dalam Memaknai Pidato Ahok

Setelah Kapolri merespon tuntutan demo untuk bikin proses hukum Ahok secara cepat, tegas dan transparan dipenuhi (dimana Kapolri dalam konferensi persnya siap melakukan gelar perkara terbuka dengan ditonton semua pihak) mulai diapresiasi. Bahkan Kapolri melontarkan pemantik wacana dimana ada pemenggalan kata “pakai ” yang bikin video pidato Ahok jadi heboh.

Kolom M.U. Ginting: SIAPA SI PENUNGGANG?

“Dengan upload yang dia lakukan dan menyebar luaskan di Facebook, kemudian itu bisa menjadi sesuatu yang viral. Kemudian menjadi kemarahan publik. Kita hanya ingin melihat di situ ada unsur pelanggaran atau tidak, itu saja oleh penyidik,” papar  Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar 5/11. Sangat masuk akal memang bahwa pembelokan kata-kata dari aslinya (plentir)… Continue reading Kolom M.U. Ginting: SIAPA SI PENUNGGANG?

Kolom Asaaro Lahagu: Jokowi Mulai Proses Ahok, SBY Tunggu Kegagalan Jebakan Mautnya

Publik sedang harap-harap cemas. Apa langkah cerdas Jokowi terkait kasus Ahok? Dalam kasus Ahok, jelas Jokowi menghadapi situasi dilema. Begitulah publik memandangnya. Jika Jokowi tidak memproses Ahok, maka sudah jelas hasilnya. Ahok bebas karena dibela Jokowi. Ini bisa mengundang demo lebih besar lagi. Dana Rp. 100 miliar akan mengucur lagi berlipat ganda untuk membiayai demo… Continue reading Kolom Asaaro Lahagu: Jokowi Mulai Proses Ahok, SBY Tunggu Kegagalan Jebakan Mautnya

Kolom M.U. Ginting: HAK BERDEMO

Tiap warga negara punya hak untuk bersuara dan juga demo. Demo yang tidak anarkis tentunya. Pernyataan yang dicurahkan dalam demo tidak bisa dibandingkan dengan pernyataan dalam suara atau tulisan. Efeknya lain, dan itulah yang mau dicapai. Soal penting lainnya ialah dasar dan tujuan demo itu, perlu jelas dan bisa dimengerti oleh publik atau politik/ penguasa bersangkutan… Continue reading Kolom M.U. Ginting: HAK BERDEMO

Kolom M.U. Ginting: FABRIKASI DEMO

Bahwa dalam pidatonya di Pulau Seribu, Ahok tidak bermaksud sama sekali “menistakan agama” bisa diteliti dari ucapan dengan kalimatnya. Terutama kalau dilihat dari segi bahasa, dari segi gramatiknya. Ahok bilang dalam pidatonya di Pulau Seribu: ” . . . Karena dibohongin pakai Surat Almaidah 51 macem-macem itu. Itu hak bapak ibu, ya.” (bisa didengarkan di… Continue reading Kolom M.U. Ginting: FABRIKASI DEMO

Kolom Asaaro Lahagu: Ahok Digencet, Jokowi Dibidik dan Gelegar Demo 4 November 2016

Ahok sedang digencet saat ini? Ya, benar. Ahok sedang menjadi sasaran tembak. Tanpa susah-payah mencari, para musuh Ahok seolah disodorkan senjata dahsyat ketika Ahok berani  menyerempet Surat Al-Maidah ayat 51. Hal itu telah memicu penggencetan dirinya sendiri. Lalu, benarkah Ahok mampu digencet dan akhirnya benar-benar tergencet? Sebelum mengulasnya lebih lanjut, mari kita identifikasi dulu siapa… Continue reading Kolom Asaaro Lahagu: Ahok Digencet, Jokowi Dibidik dan Gelegar Demo 4 November 2016

Kolom Asaaro Lahagu: SBY Wujudkan Skenario Jokowi, Jalan Ahok Menuju DKI-1 Mulus

Skenario Jokowi agar Ahok tetap menjadi DKI 1 untuk periode ke dua semakin terbuka lebar. Manufer SBY yang mengorbankan puteranya Agus menjadi calon Gubernur DKI 1 adalah jawabannya. Banyak orang mengira, bahwa penunjukkan Agus sebagai Cagub DKI, adalah taktik jitu SBY. Benarkah demikian?

%d bloggers like this: