Kolom M.U. Ginting: LANJUTAN SEJARAH

“Masih banyak kejadian lainnya yang menjelaskan kepada kita ada aktor intelektual di balik kerusuhan 22 Mei kemarin, Aktor biadab yang menginginkan Indonesia hancur lebur seperti Syria, Lybia, Mesir dan negara-negara di Timur Tengah lainnya yang porak-poranda karena perang saudara. Di benak kita pasti muncul pertanyaan besar, siapa aktor biadap tersebut?” (Kolom Sanji Ono) Bisa dikatakan… Continue reading Kolom M.U. Ginting: LANJUTAN SEJARAH

Kolom Asaaro Lahagu: JURUS JITU JOKOWI GAGALKAN TAKTIK PRABOWO 22 MEI

Apa jurus Jokowi dalam menghadapi Prabowo? Jurus Kalajengking. Jokowi lebih banyak diam. Dia menunggu. Dalam posisi diam dan menunggu, Jokowi punya posisi menguntungkan. Ia bisa memperhatikan gerak-gerik Prabowo yang ribut, grasa-grusu dan mudah dibaca. Dalam keributannya, Prabowo tak bisa membagi energinya untuk waspada, hati-hati atau mawas diri. Ia terus berisik. Dan saat Prabowo berisik itu,… Continue reading Kolom Asaaro Lahagu: JURUS JITU JOKOWI GAGALKAN TAKTIK PRABOWO 22 MEI

Kolom Ganggas Yusmoro: SEANDAINYA SAYA PENDUKUNG PRABOWO — Pasca Pilpres 2019

Sudah tidak rahasia lagi, bahkan semua lembaga survey mengatakan pendukung Prabowo didominasi oleh orang orang yang berpendidikan kelas menengah ke atas. Cenderung lebih berIntelektual. Hebat, bukan? Jadi, artinya apa?

Kolom Ganggas Yusmoro: DRAMA MURAHAN ITU DARI MALAYSIA (Sirulo TV)

Tanya: “Pak, apa komentar anda atas adanya surat suara tercoblos di Malaysia?” Jawab: “Itu drama murahan.” Tanya lagi: “Kok begitu?” Begini, Meskipun secara faktual memang ditemukan surat suara tercoblos, namun dari rentetan kejadian yang sudah-sudah, mulai kasus hoax 7 kontainer surat suara yang tercoblos hingga kasus hoax Oplast Ratna, ditambah hoax server KPU yang disetting,… Continue reading Kolom Ganggas Yusmoro: DRAMA MURAHAN ITU DARI MALAYSIA (Sirulo TV)

Kolom Boen Syafi’i: MARAH LAGI, LAGI DAN LAGI

Debat ke dua antar Capres tadi malam sebetulnya tidak terlalu menarik perhatian para netizen di Tanah Air. Bagaimana bisa menarik jika kedua Capres hanya penuh dengan pernyataan normatif, datar, apalagi keduanya malah saling curcol alias curhat colongan. Paling yang terlihat “spesial” adalah ketika Prabowo marah-marah again, sambil berkata:

Kolom Bastanta P. Sembiring: MENYEBAR KEBOHONGAN, MEMBANGUN KETAKUTAN UNTUK MELAHIRKAN KEBENCIAN

Saat dulu, jika musim kampaye (menjelang Pemilu), saat media elektronika dan cetak masih dikontrol dan dikuasai oleh Pemerintah, dan tentu belum ada jejaringan sosial, cara promosi paling utama adalah dengan menyebar brosur atau menempelnya di pohon-pohon, tembok, atau tiang listrik dan telepon. Masih jelas saya ingat, saat masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), sepulang… Continue reading Kolom Bastanta P. Sembiring: MENYEBAR KEBOHONGAN, MEMBANGUN KETAKUTAN UNTUK MELAHIRKAN KEBENCIAN

Kolom Eko Kuntadhi: JOKOWI BUKAN JENDERAL CENGENG

Saya pernah melihat dari layar TV telapak tangannya dibebat kain. Membungkusnya dari luka. Luka goresan yang mengiris kulit biasanya menyisakan rasa perih. Apalagi ketika di atas luka itu digesekan lagi ribuan tangan yang hendak menyalaminya. Saya juga pernah melihat punggung tangannya ditempeli plester menutup luka. Barangkali kuku orang yang berjejalan dan berebut bersalaman telah membuat… Continue reading Kolom Eko Kuntadhi: JOKOWI BUKAN JENDERAL CENGENG

Kolom W. Wisnu Aji: REFORMASI PUTIH ALA PAKDHE JOKOWI

Tanggal 17 April 2019 sebentar lagi. Pakdhe Jokowi mengumandangkan Rabu Putih saat di TPS. Momentum bagi generasi optimis bangsa menentukan pilihan untuk pemimpin pembawa energi perubahan. Pakdhe Jokowi telah meletakkan pondasi percepatan pembangunan bagi rakyatnya. Saatnya Reformasi Putih digaungkan untuk menyongsong indonesia maju berkeadilan.

%d bloggers like this: