Kolom Boen Syafi’i: BASMI PKI BISA, BASMI HTI? NANTI DULU ….

Banyak yang bertanya, kenapa pemerintah lamban mengatasi kaum radikal? Ah, sebenarnya kata lamban ini kurang pantas. Seharusnya bukan lamban, melainkan letoy, lembek, seperti pitik sayur.

Kolom Andi Safiah: MENJADI HANTU DALAM PIKIRANMU

Kalau menjadi Caleg DPR RI terus saya diminta menyerahkan uang dalam jumlah fantastik, maka saya akan memilih profesi tukang parkir profesional. Itu jauh lebih realistik dan tidak merugikan siapapun. Tapi, saya bersemangat karena PSI sebagai partai baru memilih melakukan seleksi terbuka pada Calegnya dan itu juga diumumkan secara terbuka.

Kolom Eko Kuntadhi: ORGANISASI GEROMBOLAN

Dulu, sebelum kedatangan virus pekok, Indonesia tidak ragu memberantas DI/ TII. Bendera gerombolan yang suka merampok rakyat di Tanah Periangan ini juga mirip dengan bendera HTI. Mengunakan kalimat syahadat. Tapi kelakuannya juga mirip.

Kolom Sanji Ono: MUSANG BERBULU DOMBA

Tidak ada makan siang gratis kawan. Demo bela kalimat tauhid hanya musang berbulu domba; demo kalimat tauhid, tapi meneriakkan ‘Ganti Jokowi’. Ini hanya menunjukan kalau mereka hanya gerombolan manusia yang doyan mempolitisasi isu agama. Demo hanya ajang kampanye untuk Paslon No.2.

Kolom Muhammad Nurdin: SANG JENDERAL TUA YANG MAKIN LELAH

Pepatah mengatakan, “Tua-tua keladi, makin tua makin jadi.” Nampaknya, usia malah membuat Mayjen (Purn) Kivlan Zen makin jadi. Ya, makin jadi dalam berhalusinasi, soal PKI, Komunis dan China.

Kolom Eko Kuntadhi: BAHAYA LATEN PKI, BAHAYA LATEN HTI

Kenapa Indonesia menolak PKI dan komunisme? Karena PKI anti Pancasila. Kenapa kita menolak HTI dan gerombolan garis keras lainnya? Karena HTI dan gerombolannya juga anti Pancasila.   Dulu, ketika bertempur menghadang ideologi komunisme di Indonesia, NU berdiri paling depan. Ansor sebagai laskar asuhan kyai menjadi tameng menghadapi kekuatan komunisme yang merangsek ke desa-desa. PKI sangat… Continue reading Kolom Eko Kuntadhi: BAHAYA LATEN PKI, BAHAYA LATEN HTI

Kolom Eko Kuntadhi: PKI ITU POCONG, DI/TII ADALAH BEGAL

Partai Komunis Indonesia (PKI) bangkit lagi, kata orang. Seperti hantu yang bangkit dari kubur. Orang-orang sibuk membicarakan hantu. Yang ada hanya desas-desus. Semuanya bicara katanya. Tapi, saat ditanya mana hantunya, semuanya menjawab tidak jelas.   OK, kita tidak setuju PKI, sama seperti kita tidak setuju komunisme. Dunia juga sudah tahu, komunisme hanya omong kosong belaka.… Continue reading Kolom Eko Kuntadhi: PKI ITU POCONG, DI/TII ADALAH BEGAL

Kolom M.U. Ginting: JENDERAL YANG TERLUPAKAN

Gatot Nurmantyo bersama istri

Jenderal ini cukup harum namanya ketika menjabat Panglima TNI di permulaan babak pertama Era Jokowi. Tetapi, diduga atau tidak, Pak Gatot lebih dini digeser dari jabatannya sebagai panglima dan digantikan oleh Hadi Tjahjanto dari AU. Usaha Pak Gatot menjadi Capres atau Cawapres walaupun sudah tidak lagi jadi panglima masih terus menyala.

%d bloggers like this: