Kolom Asaaro Lahagu: PUISI FADLI ZON DIHANTAM PUISI ‘KAU BOHONG’ SUSI (Sirulo TV)

Sebelum era Fadli Zon, puisi mendapat tempat terhormat di setiap hati penggemar sastra. Olahan kata penuh makna mampu menyihir dan menghentak kalbu dalam sebuah puisi. Lewat puisi, setiap orang mampu melukiskan kekaguman kepada Sang Pencipta, menggambarkan perjuangan rakyat tertindas, mengekspresikan amukan jiwa dan melampiaskan getaran-getaran cinta. Tetapi itu dulu. Di era Fadli Zon yang menguasai… Continue reading Kolom Asaaro Lahagu: PUISI FADLI ZON DIHANTAM PUISI ‘KAU BOHONG’ SUSI (Sirulo TV)

Kolom Sanji Ono: STANDARD GANDA UNTUK AHOK

Busana Karo dalam sebuah festival fashion show pakaian daerah Indonesia.

Sukmawati dilaporkan beberapa ormas Islam seperti Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) dan Alumni 212 gara-gara puisi kontroversinya. Dalam puisinya, Sukmawati mengatakan bila suara kidung lebih merdu dibanding Adzan dan konde lebih cantik dibanding cadar.

Kolom Andi Safiah: PUISI

Puisi dari seorang sastrawan Arab di dinding sebuah cafe di Kota Leiden (Belanda)

Tong, saya kasih tau apa yang dimaksud dengan kebebasan berpikir dan berpendapat dalam bahasa yang simple. Jika lo bebas mengkafir-kafirkan orang lain di luar imanmu, maka saya juga punya kebebasan yang sama dalam mengidiot-idiotkan opini dan pendapatmu berdasarkan Imanmu.

Kolom Ahmad Fauzi: MANIFESTO PUISI KESURUPAN

Yang remang-remang sedang bergentayangan, menebar aura malam dan kegelapan. Siap menggulung cahaya terang yang menjemukan dan membosankan. Langit biru nan cerah kurang gelap, kurang bernafsu, tidak berdarah dan tak menggairahkan. Kesurupan dengan degup jantungnya yang kembang kempis layaknya kuda-kuda yang saling berkejaran susul-menyusul, segera mengambil alih kesadaran yang pecah, retak, penakut, tidak berani berpetualang, menjelajah… Continue reading Kolom Ahmad Fauzi: MANIFESTO PUISI KESURUPAN

%d bloggers like this: