Kolom Ganggas Yusmoro: UJUG-UJUG BERBICARA REKONSILIASI DAN PANCASILA…

Pilkada DKI memang sudah berlalu. Pilkada DKI yang telah “menenggelamkan” seorang anak bangsa yang berprestasi telah menorehkan catatan kelam dan menjadi tragedi berdemokrasi bahwa orang-orang berprestasi berhasil diganjal dengan jurus ampuh yaitu agama.

Kolom Eko Kuntadhi: REKONSILIASI NENEK LU!

Tiba-tiba ada yang berteriak rekonsilisiasi. Sepertinya teriakan itu datang dari orang bijak yang semua fikirannya dicurahkan untuk persatuan Indonesia. Rekonsiliasi, di satu sisi, seperti ajakan untuk, ‘yukk guyub’. Di sisi lain, tentu saja, ajakan rekonsiliasi jadi pengakuan bahwa kemarin memang ada suasana perpecahan.

Kolom Ganggas Yusmoro: MENGAPA UJUG-UJUG BICARA REKONSILIASI?

Rekonsiliasi, konon kata yang punya kamus adalah memulihkan Hubungan yang tadinya retak. Yang tadinya agak bersitegang. Itupun tegangnya juga dikit-dikitlah. Menyimak Pilkada DKI, Pilkada yang menjadi Barometer Negeri ini ternyata telah menyisakan rasa yang tidak nyaman karena jelas permainan dari kubu Anis jauh dari fair play.

Kolom M.U. Ginting: Rekonsiliasi Indonesia

Mengapa Indonesia tidak mampu bikin Rekonsiliasi dari Peristiwa 1965?   Berbeda dengan Afrika Selatan dimana permusuhan bersumber dari dalam negeri itu sendiri (apartheid). Di Indonesia, sumber perpecahan dan permusuhan datang dari luar. Artinya, bangsa Indonesia dikerjain orang luar. Terutama karena SDA kaya raya. Jadi inceran penjarahan dari luar dan bikin segala macam perpecahan atau perebutan… Continue reading Kolom M.U. Ginting: Rekonsiliasi Indonesia

%d bloggers like this: