Kolom Muhammad Riza: PRIORITAS

Ada berita lain yang lebih penting, kok. Ngapain orang reunian diberitakan apalagi masuk headline. Alhamdulillah, sebagian besar media sudah paham tujuan gerakan tersebut

Kolom Muhammad Nurdin: JIHAD SEBENARNYA ADALAH MENGENTASKAN KEMISKINAN*

Reuni 212 telah lewat. Menyisakan beragam kesan di masyarakat. Mulai dari euforia atas meriahnya aksi tersebut, karena telah diprediksi oleh pihak penyelenggara bahwa aksi itu diikuti oleh 8 juta umat Islam. Sampai kepada meme-meme kocak yang terkesan nyentil penyelenggaraan aksi tersebut.

Kolom M.U. Ginting: REUNI 212, AGAMA, POLITIK, RAHASIA

Menteri agama (Lukman Hakim Saifuddin) dan Menko (Wiranto) mempertanyakan tujuan Reuni 212. Tidak ada yang secara jelas dan terus terang menyatakan tujuan aksi kali ini. Fahri Hamzah bilang dalam pertemuan itu bahwa ‘Jokowi patutnya hadir dan ngomong’. Ditambah lagi katanya polisi mau menangkap dia.

Kolom Eko Kuntadhi: MENGAPA SAYA MENENTANG REUNI 212?

Aksi 212 Desember lalu itu, awalnya menggunakan landasan fatwa MUI. Makanya gerakan ini diinisiasi oleh lembaga yang menamakan dirinya GNPF-MUI (Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI). Kenapa perlu ada landasan pengawal fatwa? Karena mereka mau menggiring opini bahwa itu bukan semata gerakan politik. Ini adalah kegiatan membela agama. Buktinya berlandaskan sebuah fatwa dari majelis ulama.

Sambut Dies Natalis ke-63, Sekda Harapkan Kualitas FH USU Semakin Baik

MAJA BARUS. MEDAN. Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprovsu) H. Hasban Ritonga SH menyambut gembira rencana diadakannya Dies Natalis ke-63 Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (FH USU). Ini dikatakan oleh Sekdaprovsu pada audensi Acara Dies Natalis FH USU ke-63 di Ruang Kerja Sekdaprovsu pada [Kamis 23/2].

%d bloggers like this: