Pemilu
838 artikel · Halaman 26
- Kolom Boen Syafi'i: Nantikan Debat ParaApakah yang menarik dari debat Capres nantinya? Apakah perdebatan sengit antara Jokowi vs Prabowo seperti tahun kemarin akan terulang kembali? Apakah kata-ka…
- Kolom Asaaro Lahagu: Analisa Mengapa Rizieq Dicekal ArabMengapa Rizieg dicekal Arab Saudi saat mau ke Malaysia? Ini pertanyaan menarik. Apa alasan Arab Saudi mencekal Rizieq? Dikabarkan pencekalan Rizieq ke Malays…
- Kolom Eko Kuntadhi: Bahaya Laten Pki, Bahaya LatenKenapa Indonesia menolak PKI dan komunisme? Karena PKI anti Pancasila. Kenapa kita menolak HTI dan gerombolan garis keras lainnya? Karena HTI dan gerombolann…
- Kolom Ganggas Yusmoro: Bisakah Kampanye Damai Terwujud Di PilpresKetika kemarin para tokoh partai mendeklarasikan Kampanye Damai. Ketika Pak Jokowi dan Prabowo bergandengan tangan berpakain tradisional. Bisa diyakini semua…
- Kolom Asaaro Lahagu: Terbukti! Nomor 1 Jitu Bagi Jokowi,Setelah beberapa hari angka 1 disandang Jokowi-Ma’ruf sejak 21 September lalu, angka 1 itu semakin trending; baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Ternya…
- Kolom Eko Kuntadhi: Memuliakan Orang Miskin AlaPernah dengar di Jaman SBY ada bantuan tunai langsung (BLT)? Pasti pernah. Waktu itu, masyarakat memang heboh. Setiap waktunya cair, di kantor pos terlihat a…
- Kolom Boen Syafi'i: Sosmed Dan Hidup Nyata ItuKampanye damai yang disepakati oleh kedua Capres sejatinya sudah ada di akar rumput. Hanya terkadang, masyarakat Sosmed saja yang cenderung agresif untuk men…
- Kolom Asaaro Lahagu: Kode Langit Sandiaga Tutupi 7 TandaSelasa 29 Mei 2018, Amin Rais dengan sangat optimis meyakini Jokowi lengser 2019 mendatang. Bukan main-main, Amin Rais membawa nama Allah untuk memperkuat al…
- Kolom Acha Wahyudi: MembelaMonami: Cha, kenapa sih lo mati-matian mendukung Ahok si orang China itu sebegitunya? Padahal mas Didi pernah ditipu sama China habis-habisan. 13 kantor caba…
- Kolom Boen Syafi'i: Kendali Sentimen Agama Di Pihak Para"Mudah saja bagiNya membalikan segala keadaan, semudah membalikan telapak tangan." Yang dulu A sekarang menjadi B, sedangkan yang dulu B, eh tau-tau sudah me…
- Kolom Eko Kuntadhi: Pki Itu Pocong, Di/tii AdalahPartai Komunis Indonesia (PKI) bangkit lagi, kata orang. Seperti hantu yang bangkit dari kubur. Orang-orang sibuk membicarakan hantu. Yang ada hanya desas-de…
- Kolom Ganggas Yusmoro: Berawal Dari Kardus, Yakin BisaSemua peristiwa tentu bermula pada langkah awal. Apalagi sebuah keinginan untuk mengurus bangsa dan negara. Jika penuh dengan akal bulus, apapun itu bisa dip…
- Kolom Eko Kuntadhi: Berhentilah Berfikir,"Sepertinya kita gak bisa memanfaatkan lambang tauhid lagi dengan jari telunjuk ke atas," ujar seorang pendukung Mr. P. "Kenapa, akhi?" "Jokowi mendapat nomo…
- Kolom Boen Syafi'i: Yang Nuduh Pki AnakGerombolan kamvret akan terus menerus menyebarkan fitnah bahwa PKI bangkit lagi. Apalagi di saat momen yang tepat, dengan adanya Hari Kesaktian Pancasila yan…
- Kolom Asaaro Lahagu: Jokowi Vs Prabowo 9Rematch antara Jokowi dengan Prabowo semakin sengit. Pertarungan keduanya ibarat pertarungan tinju. Masing-masing mencoba meng-KO-kan lawannya di atas ring a…
- Kolom Bastanta P. Sembiring: Pendukung Asli Jokowi Dan Prabowo"Kam pendukung Jokowi, tetapi dalam tulisan tidak pernah kritik atau menjelekkan Prabowo, tidak seperti lainnya. Mengapa?" Karena menurut saya, pertarungan a…
- Kolom Asaaro Lahagu: Mengapa Israel Dengan 1.000 Angkot DukungAgar pembaca tidak tertipu judulnya, nama Israel langsung dijelaskan. Nama Israel di sini bukan nama negara Israel di Timur Tengah sana, tetapi nama orang. I…
- Kolom Boen Syafi'i: Di Pks Semua Bisa Diatur (menantikanSi Sandi baru 2 bulan kemarin didapuk menjadi Santri. Eh tau-tau sekarang sudah menjadi Ulama? Tuh bocah ngapa, ya, cepat benar mondoknya? Ah, mungkin seming…
- Kolom Boen Syafi'i: Prabowo Yang Meng"ahok"kan Jokowi AtauBerbagai narasi isu ekonomi yang dilancarkan oleh Kubu Prabowo untuk menyerang pemerintahan Jokowi terbukti gagal total. Dari kenaikan dolar, gak berani maka…
- Kolom Muhammad Nurdin: Dulu Sebut Sandi Santri, Kini UlamaMenyebut Sandiaga Uno sebagai “santri” lalu tak berselang lama dinaikkan lagi kedudukannya sebagai “ulama”, membuat saya terpaksa mengambil satu kesimpulan y…