Kolom Boen Syafi’i: BUZZER CUMA TAKUT 1 HAL

Buzzer, sebuah kata yang sekarang sangat ditakuti oleh para politisi oposan yang kerjanya nyinyir dan selalu mencari celah guna menyerang pemerintah.Tidak cuma politisi, media-media besar pun ikut ikutan jijik dengan pasukan tak kasat mata yang dimiliki oleh Jokowi ini. Bagaimana mereka tidak kegerahan?

Kolom Andi Safiah: BUZZERS

Dengan terbukanya ruang bebas berpendapat lewat aplikasi teknologi seperti Facebook, Twitter, Instagram, dll, maka rakyat Indonesia bebas menyampaikan ide-idenya. Baik untuk menulis kritik hingga menulis alasan-alasan mengapa mereka mendukung pemerintahan. Saya kira fenomena ini biasa saja dalam era Informasi. Saat ini, ide, opini atau gagasan bukan monopoli orang-orang yang punya gelar berbaris di belakang namanya.

Kolom Eko Kuntadhi: BUZZER — Baik Bagiku Buruk Untukmu

Koran Tempo barusan menyerang para pesohor yang ikut mempromosikan tagar #IndonesiaButuhKerja. Mereka dituding sebagai pendengung. Tempo mengharamkan para pesohor itu menerima bayaran dari sebuah event promotif. Bagi Tempo, tidak boleh ada lembaga lain yang menerima endorse, apalagi berkenaan dengan program pemerintah. Itu tergolong haram.

%d bloggers like this: