Kolom Eko Kuntadhi: BUAT EEP — Piknik Kok di Tol?

Tulisan saya kemarin soal usulan Anies meminta sepeda diizinkan masuk tol, direspon Eep Saefullah Fatah. Konsultan politik yang berhasil mengemas kampanye bernuansa SARA untuk memenangkan Anies ini, menjawab beberapa kegundahan saya atas usulan itu. Kata Eep, sepeda masuk tol yang diusulkan Anies itu, akan dilaksanakan dengan menutup sebagian jalan tol lingkar dalam Jakarta.

Kolom Joni H. Tarigan: JOKOWI DAN DISTRIBUTOR KENTANG PANGALENGAN KE MEDAN (Sirulo TV)

Pagi itu, saya dengan beberapa rekan kerja akan memulai pekerjaan. Sambil menunggu rekan-rekan yang lain berkumpul, saya dan seorang rekan kerja berdiskusi ringan. Saya sebenarnya hanya menanyakan bagaimana perkembangan usaha penjualan bibit kentangnya.  Sambil bercerita, rekan saya ini bertanya, “Pak Jon, kira-kira milih siapa nanti?” Saya jawab saja bahwa saya akan pilih Jokowi .

Kolom Boen Syafi’i: DIBANGUN ATAU TIDAK INFRASRTUKTUR TETAP SALAWI

“Ok, katakanlah Jokowi itu yang bangun ribuan Km jalan tol. Lha, terus apa manfaatnya buat sampean?”.Fakta, pembicaraan seorang kamvret yang ingin “meracuni” 2 orang temannya di sebuah warung kopi. Padahal, waktu itu ingin saya jawab sambil menyemprotkan kopi dari mulut biar si genderuwo itu pergi.

Kolom Bastanta P. Sembiring: MENJELANG MEDAN

Barusan lewat TOL Tebing Tinggi – Perbaungan – Amplas (Medan). Memang sudah beberapa kali lewati jalur ini, tapi dulu waktu masih dalam masa pembangunan. Jadi, keluar masuk masih gratis dan sebagian untuk tersambung ke jalur dan gerbang TOL Amplas masih lewat jalan tanah.

Kolom Sanji Ono: TOL JOKOWI

Lagi viral soal spanduk Jalan Tol Jokowi yang dipasang di salah satu Tol di Jawa Tengah. Pada spanduk tersebut ditulis: “Anda sedang memasuki Jalan Tol Pak Jokowi”. Pasukan kalong alias kampret yang baca langsung naik tensi. Mata kunang-kunang, kepala panas, pandangan nanar dan bawaannya pengen makan orang aja.

Kolom Boen Syafi’i: BEDA BEYE DAN JOKOWI ADALAH NYALI

Gara-gara ada spanduk bertuliskan “Tol pak Jokowi”, para kamvret serta merta langsung emosi. Termasuk dedengkot kamvret si Mardani, yang langsung “tersedak” begitu mengetahui, spanduk teloletnya dibalas oleh relawannya Pak Jokowi.

Kolom Asaaro Lahagu: JOKOWI KUASAI JAWA, DIHUJANI TERIMAKASIH, DI AMBANG PRESIDEN 2019

Jokowi kuasai Jawa. Itulah hasil terbaru survei Charta Politika Mei 2018. Dari 4 Propinsi di Jawa yang disurvei, Jokowi menang di Jawa Barat, di Jawa Tengah, dan di Jawa Timur. Kantong suara Prabowo yang menang di Jawa Barat 2014 lalu, kini telah direbut oleh Jokowi. Jokowi hanya kalah dari Prabowo di Banten. Itupun sangat tipis.

Kolom Boen Syafi’i: CANTIKNYA PANSELA

Selain ada tol, jalur tengah dan Pantura sebagai pilihan para pemudik nantinya, kini telah hadir jalur Pansela atau Pantai Selatan Jawa. Kondisi alamnya sangat eksotik dan cantik untuk dinikmati pemandanganya. Jalur yang membentang dari Banten sampai Banyuwangi ini sudah tidak seperti dulu lagi. Dulu kondisi jalan memang tak terurus, sempit dan berlubang.

Kolom Boen Syafi’i: HUTANG MBAHMU KIPER

“Walah hasil hutang aja kok dibanggain,” Mungkin inilah sepenggal kalimat kuffur nikmat dari anak buahnya si Mardani (tersedak) Ali Sera, saat melintasi bentangan jalur tol, jalur tengah ataupun jalur eksotik Pansela yang dibangun oleh Pak Jokowi untuk rakyat Indonesia. Sudah nglewatin eh masih nyinyir pula. Sama halnya sudah dikasih takjil gratis, eh masih ngomel saja.

%d bloggers like this: