Kolom Boen Syafi’i: INIKAH ALASAN TINDAKAN INTOLERAN MEREKA?

Beberapa tahun ini, kita selalu disuguhi berita tindakan intoleran dengan adanya Ormas yang selalu menuntut agar rumah ibadah agama lain ini ditutup. Mengapa mereka getol sekali melakukan tindakan intoleran terhadap saudara sebangsanya? Sementara kita yang melihat tingkah polah mereka pun terheran-heran, ada apa dengan Ormas ini?

Kolom Eko Kuntadhi: KETIKA DIAM ADALAH BUNUH DIRI

Minggu pagi, kita dikagetkan dengan berita sedih. Pada suatu misa di sebuah gereja di Jogja, datang orang membawa pedang. Orang ini menyerang jemaah yang ada di sana, lalu masuk ke dalam gereja, menyerang Romo Prier yang sedang memimpin misa.

Kolom Ganggas Yusmoro: LONCENG GEREJA

Ketika seorang temen mengabarkan ada beberapa negara seperti halnya Austria dan Belanda nyaris malas menyembah Tuhan, bahkan banyak yang ke tempat ibadah hanya setahun sekali, ternyata rumah tahanan di sana banyak yang kosong, meskipun rumah tahanan itu bagaikan hotel. Kenapa bisa begitu?

Kolom Daud Ginting: GEREJA BERPOLITIK DALAM WACANA

Beberapa hari ini muncul reaksi pedas di media sosial mengkritisi sikap beberapa pemimpin gereja yang diduga memberi dukungan secara institusi kepada salah seorang “BALON” (Bakal Calon) atau yang ingin mencalonkan diri jadi Gubernur Sumatera Utara.

Kolom Asaaro Lahagu: Alkitab Jadi Pembungkus Tempe, Fatwa Haram Atribut Natal, Apa Reaksi Orang Kristen?

Saat ini, saya melihat kehidupan orang-orang Kristen di Indonesia semakin menarik. Di tengah situasi yang tak kondusif, mereka tetap bersemangat dan semakin dewasa dalam menyikapi keadaan. Walaupun dijepit kiri-kanan, mereka tetap hidup penuh syukur. Hidup di tengah agama mayoritas, kebebasan orang-orang Kristen dalam menghayati imannya tidaklah gampang. Merekapun dituntut situasi untuk menghayati imannya di tengah… Continue reading Kolom Asaaro Lahagu: Alkitab Jadi Pembungkus Tempe, Fatwa Haram Atribut Natal, Apa Reaksi Orang Kristen?

Nikmatnya Jadi Pendeta

Oleh : Kazpabenny Ebenezer Ginting   Nikmatnya jadi pendeta itu adalah ketika sang pendeta mempersiapkan khotbah sampai Pukul 02.00 subuh. Harus bangun Pukul 06.00 pagi, lalu mempersiapkan seperangkat alat perangnya (toga, stola, dasi, Alkitab, liturgi, dan buku-buku nyanyian). Kemudian melajukan kendaraan dengan kecepatan tinggi. Terkena angin pagi pergi menuju tempat pelayanan sudah biasa.

Sirulo TV: Satu Gereja Satu Kampung

Laporan ITA APULINA TARIGAN dari Nederland   Pernahkah kita menanyakan pada diri sendiri mengapa tidak ada rumah ibadah (gereja atau masjid) di bangun di tengah desa-desa Karo? Pertanyaan seperti ini mungkin akan menjadi penting bila kita bandingkan dengan desa-desa di Sumatera Barat yang disebut nagari. Di sana, selalu ada masjid di tengah pemukiman. Demikian juga… Continue reading Sirulo TV: Satu Gereja Satu Kampung

%d bloggers like this: