Kolom M.U. Ginting: POLARISASI — Soal Psikopat

Menanggapi “Kolom Eko Kuntadhi: RIZIEQ SANG RESIDIVIS ATAU KARMA AHOK?” “Rizieq psikopat, tidak memiliki empati dan mempunyai kebiasaan melanggar aturan,” kata pengamat inteligen (Suhendra Hadiekutono) di Suhendra Hadikuntono di Sumut Kota. Sekarang sudah diketahui, sepanjang sejarah kemanusiaan, sejak permulaan sivilisasi, orang-orang psikopat, sosiopat dan sebangsanya telah menguasai dan memimpin dunia. Mereka bahkan membangun semua sivilisasinya… Continue reading Kolom M.U. Ginting: POLARISASI — Soal Psikopat

Kolom Eko Kuntadhi: RIZIEQ SANG RESIDIVIS ATAU KARMA AHOK?

Tok! Hakim mengetuk palu. Empat tahun penjara buat Rizieq. Ini adalah kasus ke sekian. Sebelumnya Rizieq sudah dihukum 8 bulan untuk kasus kerumunan Petamburan. Dan denda Rp 20 juta untuk kerumunan Megamendung. Bersama Rizieq, menantunya Hanif juga dijatuhi hukuman setahun. Direktur RS Ummi juga setahun. Mereka bersekongkol melanggar protokol kesehatan. Mengenai hukuman yang menimpa Rizieq,… Continue reading Kolom Eko Kuntadhi: RIZIEQ SANG RESIDIVIS ATAU KARMA AHOK?

Kolom Eko Kuntadhi: HORE! MUNARMAN AKHIRNYA DIGELANDANG

Sejak lama orang bertanya, kenapa orang seperti Munarman tidak juga disentuh polisi? Mantan Sekretaris Umum FPI itu kemarin diistilahkan sebagai the untouchable, yang tidak tersentuh. Padahal kalau dilihat rangkaian kelakuannya jelas banget terpapar. Pada 2015 Munarman melakukan baiat kepada ISIS di Makassar. Sebelumnya didahulukan dengan seminar berthema Negara Islam.

Kolom Boen Syafi’i: MAIN HABIB-HABIBAN

Dikira Indonesia ini masih jaman feodal yang harus nunduk-nunduk kepada orang asing bertameng cocoeh nabieh? Ini sudah jaman internet, brow. Yang dulu harum, diagung-agungkan, bisa langsung busuk seketika setelah diunboxing dalemannya. Era transparansi informasi sudah tidak bisa lagi dihadang oleh ancaman pedang dan pemenggalan.Ya, melawan derasnya arus informasi hanya akan membuat si pelawan jungkir balik,… Continue reading Kolom Boen Syafi’i: MAIN HABIB-HABIBAN

Kolom Andi Safiah: BEDA KELAS

Ahok, ketika masuk ruang sidang atas kasus “kriminal” yang dituduhkan padanya lewat topeng penistaan agama, beliau bersikap santai, elegant dan menghormati proses persidangan. Ahok sadar, di mata hukum, semua warga negara sama kedudukannya. Beda dengan sikap mencla-mencle imam jumbo yang bermental cabul macam Rizieq.

Kolom Eko Kuntadhi: RIZIEQ AKHIRNYA MENYERAH

Dua kali mangkir dipanggil polisi. Lalu polisi menetapkan Rizieq sebagai tersangka. Perintahnya tegas: Tangkap! Busyet. Rizieq ciut juga nyalinya. Ketimbang ditangkap, lalu digelandang ke sel. Ia menyerahkan diri ke polisi. Tepat tanggal 12, bulan 12.

Kolom Sanji Ono: SUMFAH, BUKAN ANE, WAN …..

Jadi ceritanya begini. Dari informasi beberapa media yang gua baca, pengacara HRS (Kapitra Ampera) mengatakan ada orang tidak bertanggungjawab memasang bendera berkalimat tauhid di kediaman imam besar di sana. Yah, kalau di Indonesia bendera HTI lah.

Kolom Boen Syafi’i: TERNYATA CUMA MENGINAP

Nah, akhirnya Kang Riziek melakukan klarifikasi juga. Huh, sukurlah. Ternyata Kang Riziek itu tidak dipenjara oleh pihak Saudi, Bong. Ah, mosok gak ngerti wae kalian itu. Lha, wong Kang Riziek itu keturunan Nabi, lho. Jadi si doski kebal hukum, kebal dosa dan kebal kasbon di warung manapun, Bong.

Kolom Asaaro Lahagu: ANALISA KENAPA RIZIEQ SANGAT KETAKUTAAN SAAT DITANGKAP TERSEBAR

Fakta ditangkapnya Rizieq Shihab langsung menurunkan moral pendukungnya terutama FPI. Imam besar yang selama ini begitu dipuja, diidolakan, diikuti, ternyata tak dihargai di Arab Saudi. Moral para pendukung Rizieq di Tanah Air langsung runtuh, morat-marit dan hancur-lebur. Anggapan para pendukung Rizieq selama ini, bahwa Rizieq adalah sang imam besar, keturunan nabi, ‘suci’, berpengaruh tinggi, ternyata tak… Continue reading Kolom Asaaro Lahagu: ANALISA KENAPA RIZIEQ SANGAT KETAKUTAAN SAAT DITANGKAP TERSEBAR

Kolom Bastanta P. Sembiring: 3 PERTANYAAN BESERTA JAWABAN PENAHANAN RIZIEQ

Topik terhangat #tampangboyolali mulai goyah di tangga top topik tagar (hashtag) Medsos Tanah Air mulai kemarin. Hampir digeser dan dapat dipastikan memang bakalan tergeser oleh berita dari Negeri 1001 Malam. Namun, itu semua tergantung sekuat apa goyangan para penari dari Gurun Rub’al Khali (Emty Quarter) untuk mempesona dan menggiurkan bagi para petualang medsos.

%d bloggers like this: