Kolom Nisa Alwis: HINGGA SUATU KETIKA

Islam di Tanah Air kita aman sentosa dan asyik-asyik saja tatkala berpadu dengan nilai-nilai kultural, berbudaya. Masih ingatkah dulu kita mengaji pakai kerudung tipis sudah cukup? Wanita masih bisa berhias menata rambutnya, memilih baju sesuai seleranya. Nggak ada dikit-dikit dosa, ngga ada anggapan kurang hidayah, kurang iman hanya karena model pakaian. Anak sekolah pakai rok… Continue reading Kolom Nisa Alwis: HINGGA SUATU KETIKA

Kolom Boen Syafi’i: KARENA BERANI JUJUR ITU HEBAT

Dan, Kyai Yahya Staquf pun telah memulainya. Kyai yang dekat dengan Gus Dur sang Guru Bangsa rupanya sudah bosan dengan berbagai alasan klise, yakni semua teroris itu tidak beragama. Padahal, mulai dari Bom Borobudur, Bom Bali hingga perilaku biadab Ali Kalora Cs itu berasal dari agama itu-itu saja.

Kolom Boen Syafi’i: SIMPAN SAJA TARINGMU ITU, MAD

Pancasila lahir dari kesepakatan bersama. Bahkan butir-butir di dalamnya sudah dikonsultasikan secara hati-hati dengan para sesepuh guru bangsa, termasuk di dalamnya ada Kyai, Pastur, Pendeta, tokoh penganut Kepercayaan dan lain-lain. Dahsyatnya lagi, Bung Karno saat berpidato di sidang tahunan PBB pernah berkata:

Kolom Panji Asmoro: KRISTEN, MUSLIM DAN ATEIS DIHUKUM MATI DENGAN PISAU GUILLOTINE

Seorang Kristen, seorang Muslim dan seorang ateis sedang antre untuk dieksekusi selama Revolusi Perancis. Orang Kristen dapat giliran pertama. Sebelum algojo menarik tuas dia berdoa, “Ya Tuhan, Engkau adalah penyelamatku!”

Kolom Muhammad Riza: JIHAD KEINDONESIAAN

Masyarakat Indonesia yang memiliki banyak suku, ras, agama dan aliran kepercayaan, akan selalu memilik daya tarik tersendiri. Multikulturalisme dan gaya beragama inklusif adalah ciri khas beragama bangsa Indonesia. Di samping budaya beragama yang baik di atas, masyarakat Indonesia kini dihinggapi fenomena beragama yang dapat mencoreng dan menghilangkan eksistensi dan jati diri Islam.

Kolom Boen Syafi’i: MUSUH KITA ADALAH DIRI SENDIRI

Ketika Bahar Smith dipolisikan, gerombolan gedang klutuk ini akan berkomentar: “Wah, rezim ini benar-benar keterlaluan, karena sudah mengkriminalisasi seorang Habib yang juga seorang Ulama.” Padahal, faktanya si Smith sendiri yang melakukan tindakan pidana, dengan menghina simbol negara. Dan, ada yang sok bijak, terus berkata: “Kenapa umat Islam jadi bermusuhan? Kenapa kita mau dipecahbelah? Bukankah musuh Islam… Continue reading Kolom Boen Syafi’i: MUSUH KITA ADALAH DIRI SENDIRI

Kolom Eko Kuntadhi: SOEHARTO MEMUSUHI UMAT ISLAM

1983, seorang siswi SMA 68 Jakarta terancam dikeluarkan dari sekolah. Kesalahannya hanya satu, karena dia memakai jilbab. Pada tahun yang sama beberapa siswi di SMA Jember juga dikeluarkan dari sekolah. Kenapa? Karena dia menggenakan jilbab.

Kolom Eko Kuntadhi: AGAMA TOPENG

Topeng kreasi anak-anak Sanggar Seni Sirulo dalam sebuah penampilannya di Hotel Danau Toba Internasional, Medan.

Bupati Bener Meriah dan Gubernur Aceh tertangkap tangan KPK. Kan sudah dibilangin, politik mengasong agama memang cuma kedok untuk menutupi kelakuan asli para politisi. Rata-rata daerah yang memiliki Perda Syariah, indeks korupsinya tinggi.

Kolom Boen Syafi’i: ISLAM NUSANTARA

“Islam ya Islam, gak ada istilah Islam NUsantara.” Kata seorang pribumi pesek, bertubuh tambun dan ke mana mana memakai daster, mirip emak-emak PKK yang lagi belanja di pasar. Tetapi, di saat si Yusanto, Basalamah, Firanda dll yang beraliran wahabi dikritik balik, mereka langsung kebakaran jidat, sampai jidatnya gosong semua.

Kolom Arif A. Aji : ISLAM DAN KULTUR ARAB

Tidak ada yang bisa mengingkari, ada hubungan emosional antara Islam dan Arab, sebagai tempat lahirnya. Dan semua institusi di dalamnya sudah bisa dipastikan adalah kultur dari bangsa Arab. Tapi, ketika Islam diinvansi ke bangsa lain, yang di luar Bangsa Arab, bukan sebagai kulturalnya, melainkan ditawarkan sebagai ideologinya.

%d bloggers like this: