Kolom Nisa Alwis: SIKLUS

Setiap keluarga pasti punya dokumen lawas. Berikut ini, ibunda saya Tahun 80an. Potret khas masa itu semua kurang lebih sama kayaknya, ya. Hiii… Tetapi pemandangan seperti ini sekarang hampir hilang. Melihat ini saja pun pasti ngga sedikit orang deg-degan. Oh, ibu Haji kelihatan rambut. Tidak! itu dosa…

Kolom Soibah E. Sari: SIKAP

Ketika mereka-mereka bertanya kenapa aku berani buka-pasang jilbab. Teman: “Kamu berani amat jilbaban ke tempat kerja doang? Nggak takut diomongin orang?” Aku: “Berani dong. Ngapain takut sama omongan orang? Toh waktu aku kelaparan mereka nggak ngasih makan. Ketika aku ditagih hutang motor mereka nggak bantu nyicil.

Kolom Sri Nanti: PAKAI JILBAB MAKIN CANTIK — Sebuah Kenangan Lucu

Nyambung lagi dengan teman lama. Jadi ingat kekonyolannya 12 tahun lalu. Ceritanyam, dia mulai pakai jilbab. Terus, setiap kali ketemu orang nggak laki nggak perempuan selalu bilang, “Wahhh… Kamu makin cantik ya kalau pakai jilbab.” Zaman itu memang lagi musim pujian seperti itu. Sebulan kemudian dia hadir di pertemuan nggak pakai jilbab.

Kolom Nisa Alwis: ORANG INDONESIA

Kemarin seorang ukhti memuji gadis berjilbab di samping saya, sekaligus ia menunjukkan tak ada kompromi baginya apalagi apresiasi pada yang hanya berselendang saja. “Alhamdulillah yang muda malah sudah hijrah” begitu kurleb ungkapannya. Selanjutnya ia bersemangat menunjukkan dirinya agen dakwah.

Kolom Soibah E. Sari: VITAMIN D ITU PENTING!

Di laman Facebook ini ada sebuah forum bernama Hijrah Indonesia. Saya senang membaca postingan-postingannya. Karena isinya membuka pikiran dan pandangan kita tentang beragama. Terutama soal pemakaian hijab yang memang lagi gencar-gencarnya diwajibkan bahkan terkesan dipaksakan pada setiap wanita muslimah.

Kolom Eko Kuntadhi: ISTRI-ISTRI JEMBLEM!

“Istri-istri terduga teroris yang ditangkap Densus 88 merasa dilecehkan di momen penangkapan suami mereka. Istri terduga teroris protes karena Densus menerobos masuk saat dirinya belum mengenakan jilbab…” (Detik[dot]com). Heran sama kadal gurun model begini. Dia pikir, Densus mau menggerebek teroris mesti tok, tok, tok dulu? “Assalamualaikum, pak. Kami dari Densus 88. Mau menggerebek. Boleh masuk?”

Kolom Eko Kuntadhi: PENYERAGAMAN BUSANA MUSLIMAH ADALAH PENJAJAHAN

Ada gerakan kebaya. Disodorkan untuk melawan arus jilbabisasi. Agar orang kembali ke akar budaya kita. Dan menghargai keragaman busana. Memang, yang namanya busana mestinya beragam. Setiap orang punya cara mengekspresikan dirinya.

Kolom Nisa Alwis: ADAT dan AURAT

Sesaat setelah posting foto para ibu semangat berkebaya, muncul sebuah status dengan background merah menyala milik seorang kawan lama. Begini bunyinya: “Dulu masih santri berhijab leher tidak kelihatan. Eee sekarang sudah jadi emak-emak berhijab pamer leher. Waras antunna?” Cukup banyak juga yang melike dan mengkomennya, antara lain ada yang menulis: “santri gadungan”. Merdu bukan?!

%d bloggers like this: